Advertisement

Gusti Prabu: Semangat Sukarelawan Harus Terus Jadi Budaya

Sunartono
Senin, 26 Desember 2022 - 09:27 WIB
Sunartono
Gusti Prabu: Semangat Sukarelawan Harus Terus Jadi Budaya Petugas mempersiapakan kendaraan taktis hagglunds di Posko Palang Merah Indonesia (PMI) Pakem, Sleman, DIY, Rabu (11/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menyatakan semangat sukarelawan yang rela menolong tanpa pamrih harus menjadi budaya di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Sukarelawan PMI pada 26 Desember 2022.

“Kesukarelawanan ini sebenarnya budaya kita dan sudah ada sejak dulu, mengajari setiap orang rela berkorban, mulai dari waktu, tenaga, pemikiran hingga harta benda. Semua pengorbanan tersebut dilakukan demi membuat perubahan ke arah perbaikan lebih cepat, meringankan beban orang lain untuk kepentingan kemanusiaan. Menjadi inspirasi kita tentang keikhlasan”, katanya dalam rilis yang diterima, Senin 926/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Gusti Prabukusumo, kiprah relawan menggema pada saat tanggap darurat bencana tsunami di Aceh akhir tahun 2004 yang lalu. Kiprah relawan pun didedikasikan untuk kerja kemanusiaan pada saat bencana gempa bumi di DIY tahun 2006. Disusul bencana di Pangandaran, Wasior, bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010 sampai dengan di daerah konflik seperti Ambon dan Poso.

“Sukarelawan telah banyak sumbangsihnya untuk membantu sesama dan menginspirasi kerja-kerja kemanusiaan di seluruh dunia. Tidak hanya pada masa kedaruratan namun juga kontribusinya untuk masyarakat dan organisasi PMI termasuk adalah Pendonor Darah Sukarela. Maka Peringatan Hari Relawan ini sangat penting untuk memberikan pengakuan dan apresiasi bagi Relawan PMI dengan segala kiprahnya”, ujarnya

Sukarelawan merupakan jantung organisasi dan menjadi garda terdepan organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, perlu adanya manajemen sumber daya manusia yang responsif terhadap kebutuhan organisasi dan masyarakat yang membutuhkan.

Ia menambahkan pengelolaan relawan dari mulai penilaian kebutuhan, perencanaan, pengorganisasian, rekrutmen, seleksi, pelatihan, penugasan, peningkatan kapasitas, sampai dengan mekanisme kepemimpinan, supervisi, dan evaluasi sudah dilakukan oleh PMI. Pengelolaan sukarelawan akan diperkuat dengan motivasi baik dengan dukungan kelompok maupun organisasi. Motivasi menjadi hal mendasar mengapa seseorang bergabung menjadi dan bertahan menjadi sukarelawan.

“Pada saat Pandemi Covid-19 merebak Maret 2020, keselamatan sukarelawan menjadi hal utama. Karena mereka garda terdepan, saat sukarelawan sudah memiliki motivasi kuat, didukung manajemen mobilisasi tentang keselamatan dan perlindungan maka akan lebih banyak menjangkau masyarakat yang membutuhkan”, katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bappenas Apresiasi Ganjar Pranowo terkait Penyusunan RPD dan RKPD

News
| Sabtu, 04 Februari 2023, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Kemegahan Desa Wisata Karangrejo Borobudur Menyimpan Kisah Menarik Bersama Ganjar

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 11:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement