Apa Itu Hugging Face? Platform AI yang Dibobol Agen OpenAI
Hugging Face menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan insiden agen AI OpenAI. Simak pengertian, fungsi, sejarah, dan manfaat platform AI ini.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X / Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Presiden Joko Widodo merencanakan akan menghapus PPKM pada akhir 2022 ini. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan kasus Covid-19 DIY saat ini sudah menurun drastis.
Sultan HB X mengatakan kebijakan PPKM merupakan wewenang dari Pemerintah Pusat. Menurutnya kondisi kasus Covid-19 DIY selama beberapa pekan terakhir cenderung menurun dan jauh lebih bagus dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Meski demikian HB X menyerahkan kebijakan tersebut sepenuhnya kepada Pemerintah Pusat.
BACA JUGA : PPKM Bakal Dihapus, Ini Bocorannya
"Memang kondisinya jauh lebih bagus. Kalau kami teserah pemerintah pusat, kami siap mengikuti. Yang penting masyarakat harus menyadari memang problemnya itu bagi generasi muda tidak ada masalah. Merasa flu, merasa batuk, diam di rumah tiga hari sembuh," katanya di Kompleks Kepatihan, Selasa (27/12/2022).
Akan tetapi Sultan mengingatkan perlunya memberikan perhatian kepada masyarakat dengan golongan usia di atas 60 tahun. Karena di usia tersebut memungkinkan orang memiliki penyakit lain atau komorbid. Hal ini sangat berbeda dengan masyarakat kalangan usia muda yang memungkinkan masih kuat secara fisik.
“Masalahnya kan yang umur 60 tahun yang punya penyakit lain. Kalau yang muda sih enggak ada masalah. Sekarang hanya bagaimana misalnya tahun depan sudah hilang [pandemi dihapus] tapi itu keputusan WHO yang bisa memutuskan,” ucap Sultan.
BACA JUGA : Epidemiolog UI Sebut PPKM Dicabut Agustus 2022
Meski PPKM nantinya dicabut bukan berarti Covid-19 hilang, sehingga rumah sakit harus tetap siap dengan berbagai fasilitas yang memadai. Hanya kemungkinan akan terjadi perubahan dari pandemi menuju endemic, sehingga Covid-19 seperti penyakit lain.
Sultan mengatakan terkait keberadaan selter Covid-19 akan lebih diarahkan ke rumah sakit jika tidak terjadi peningkatan kasus secara massal. Ia meyakini rumah sakit di seluruh DIY siap dengan berbagai kondisi dan mengetahui Tindakan yang harus dilakukan terkait Covid-19.
“Ya sudah nantinya misalnya ada yang sakit batuk, ke sana ke rumah sakit gitu aja. Bukan berarti dinyatakan selesai bukan berarti Covid-19 tidak ada. Tetapi sama seperti penyakit lain, kamu sakit ya sudah ke rumah sakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hugging Face menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan insiden agen AI OpenAI. Simak pengertian, fungsi, sejarah, dan manfaat platform AI ini.
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Pemasangan balok girder Tol Jogja-Solo di dekat RS Panti Rini disertai rekayasa lalu lintas. Polisi memastikan arus Jalan Solo-Jogja tetap lancar.
Bocoran iPhone 18 Pro dan Pro Max mengungkap kamera variable aperture, chip 2 nm, baterai lebih besar, hingga perkiraan harga.
Kemenag Kota Cirebon memblokir nomor seri 177 blangko buku nikah yang dicuri di KUA Kesambi agar tidak bisa disalahgunakan.