3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Ceceran sampah di Pantai Parangtritis./Harian Jogja-Dwi Cahyanti
Harianjogja.com, BANTUL — Pengelola Pantai Parangtritis meminta kepada seluruh wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Pengelola Pantai Parangtritis telah menyediakan tempat sampah disetiap titik sudut pantai.
Libur Natal dan Tahun Baru yang bebarengan dengan libur sekolah tentu membuat lonjakan terhadap wisatawan khususnya di Pantai Parangtritis. Adanya lonjakan tersebut juga menyebabkan adanya lonjakan terhadap sampah di area Pantai Parangtritis.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Parangtritis, Tri Waldiyanto mengungkapkan bahwa, lonjakan terhadap wisatawan tentu membuat lonjakan terhadap sampah.
Kelompoknya telah mengamati secara langsung di area wisata bahwa tingkat kesadaran wisatawan masih sangat rendah untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. “Setelah libur Natal tahun ini, banyak sampah yang ditemui disepanjang bibir pantai, dan memang lumayan banyak sampah-sampah yang berceceran,” ucap Tri, Senin (26/12/2022).
BACA JUGA: Gelar Pertemuan di Jogja, PGMI Beri Rekomendasi Terkait Kesejahteraan Guru Honorer
Sementara terkait dengan penanganan di daerah sekitar pantai, pihaknya telah bergotong-royong membersihkan area pantai setiap Jumat. “Kami mengimbau terhadap wisatawan yang berkunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai dan sekitarnya. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan, atau mengumpulkan sampah pada satu titik yang nanti bakal diangkut oleh pihak kami, jangan membuang sampah sembarangan ke pinggir pantai,” ujar dia.
Meskipun ada petugas yang selalu membersihkan dan membawa sampah ke TPS, tetapi faktanya saat liburan seperti ini, proses pengangkutan acap tersendat.
“Biasanya, saat Minggu banyak wisatawan yang datang, sehingga banyak pula sampah yang dihasilkan. Sayangnya, dari pihak pengangkut, saat Minggu pasti libur, jadi sampah menumpuk,” ujarnya.
Dia tak menampik, banyaknya wisatawan yang berkunjung, tentu memiliki kesadaran yang berbeda-beda terkait dengan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dia berharap, dengan semakin berkembangnya Pantai Parangtritis, maka semakin berkembang pula kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan ODOL melalui integrasi ETLE, RFID, dan WIM menjelang penerapan Zero ODOL awal 2027.
WMO memprediksi El Nino menguat pada Agustus-Oktober 2026 dan berpotensi memicu suhu di atas normal, kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan.
BPS mencatat harga beras Juli 2026 naik di seluruh rantai distribusi. Beras premium di tingkat penggilingan melonjak 10,22 persen secara tahunan.
Kemarau membuat debit air sumur di Kokap, Kulonprogo menurun. Warga yang menggelar hajatan khitanan terpaksa meminta bantuan droping air.
Dewas KPK berkoordinasi memeriksa Setya Budi Dias, polisi yang bertugas di KPK dan menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di Pemalang.