4 EWS Tsunami di Pantai Gunungkidul Rusak, Diperbaiki Bulan Ini
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru/JIBI
Harianjogja.com, Gunungkidul – Jajaran Polres Gunungkidul memastikan pesta kembang api boleh diselenggarakan saat malam pergantian tahun. Hingga sekarang sudah ada tiga lokasi yang mengajukan izin untuk pelaksanaan pesta kembang api.
Wakapolres Gunungkidul, Kompol Widya Mustikaningrum mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan menghidupkan kembang api. Untuk masyarakat umum bisa menggelar pesta, tapi dengan catatan ukuran dari kembang api tidak lebih dari dua inch.
Menurut dia, apabila ukuran kembang api lebih besar, maka penyalaan harus melalui izin resmi. Setidaknya hingga sekarang Widya mencatat ada tiga lokasi yang mengajukan permohonan izin guna menggelar pesta kembang api.
Ketiga lokasi ini meliputi kawasan Alun-Alun Wonosari; Heha Sky View di Kapanewon Patuk dan HeHa Ocean View di Kapanewon Panggang.
BACA JUGA : Titik Lokasi Pesta Kembang Api di Jogja. Mana Favoritmu?
“Baru tiga ini yang mengajukan. Tapi, untuk masyarakat yang ingin menyalakan juga boleh, asal ukurannya tidak lebih dari dua inch,” katanya kepada wartawan, Rabu (28/12/2022).
Meski demikian, ia mengingatkan pada saat menyalakan tidak boleh sembarangan. Khususnya anak-anak dilarang menyalakan sendiri untuk keselamatan.
“Harus ahlinya dan tidak boleh sembarangan. Ini dilakukan agar terhindar dari insiden kecelakaan,” katanya.
Ia berharap masyarakat atau pengelola wisata yang akan menggelar pesta kembang api segera mengajukan izin ke Polres Gunungkidul. “Saya dengar ada lokasi lain yang akan menyalakan pesta kembang api, tapi hingga sekarang permohonan yang masuk baru dari tiga lokasi,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, sudah mempersiapkan agenda untuk malam perayaan pergantian tahun. Rencananya, lokasi yang dipergunakan berada di Alun-Alun Wonosari.
BACA JUGA : Gunungkidul Ungkap Alasan Larang Pesta Kembang Api
“Lokasinya luas dan bisa menampung banyak orang. Jadi, lebih representative,” kata Sunaryanta.
Dia menjelaskan, untuk perayaan dikonsep untuk hiburan masyarakat. “Nanti ada hiburan dan tari-tarian yang disajikan ke pengunjung yang datang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Prabowo meresmikan enam Kodam baru, termasuk Kodam XXVI/Mataram di DIY. Berikut daftar Kodam dan Pangdam yang ditunjuk.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.