Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Angka kriminalitas di Gunungkidul mengalami peningkatan sepanjang 2022. Diduga peningkatan terjadi akibat makin longgarnya aktivitas di masyarakat.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, sepanjang 2022 mencatat ada 307 kejadian tindak pidana kejahatan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan catatan di 2021 yang hanya sebanyak 198 kasus.
“Ada tren peningkatan kasus kriminalitas di tahun ini,” kata Edy pada saat jumpa pers yang berlangsung Jumat (30/12/2022).
Menurut dia, adanya peningkatan kasus terjadi karena adanya kelonggaran dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Dampaknya aktivitas masyarakat menjadi semakin leluasa sehingga angka kriminalitas juga ikut meningkat.
“Tahun lalu PPKM masih ketat sehingga kegiatan masyarakat banyak yang berkurang, tapi sekarang lebih bebas sehingga berpengaruh terhadap ketertiban dan kriminalitas,” ungkapnya.
Baca juga: Jumlah Wisatawan ke Bantul sejak Natal Meroket 3 Kali Lipat, Parangtritis Masih Jadi Idola
Edy menjelaskan, ada 48 jenis tindak kejahatan yang tercatat. Kriminalitas terbanyak dalah penipuan sebanyak 77 kasus. Adapun berikutnya pencurian pemberatan 40 kasus, pencurian biasa 34 kasus, pencurian kendaraan bermotor 30 kasus, dan penggelapan ada 21 kasus.
“Sisanya ada pemerkosaan, pembunuhan, kekerasan anak, perjudian, penggelapan dalam jabatan hingga Undang-Undang tentang Informas dan Transaksi Elektronik [ITE],” ungkapnya.
Meski ada kenaikan kasus, Edy mengakui, upaya penyelesaikan juga mengalami peningkatan. Sebagai contoh di 2021, penyelesaikan hanya 171 kasus, sedangkan tahun ini bisa mencapai 264 kasus.
“Penyelesaian kasus ada peningkatan sebanyak 54% dibandingkan yang terjadi di 2021,” katanya.
Berdasarkan angka catatan kriminalitas di Gunungkidul, wilayah Kapolsek Playen menjadi yang terawan karena sepanjang 2022 terdapat 23 kasus kriminalitas. Sedangkan wilayah teraman berada di Polsek Girisubo yang tidak ada laporan kasus sama sekali.
“Secara umum situasinya masih kondusif,” imbuh Edy.
Kerawanan kriminalitas dan laka ini juga jadi perhatian selama libur Natal dan Tahun Baru. Ratusan personel pun diterjunkan untuk memastikan keamanannya.
Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto mengatakan salah satu titik rawan adalah sepanjang Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Kawasan ini rawan terjadi laka, pencopetan, hingga pencurian.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada saat melewati kawasan rawan sehingga tidak menjadi korban kejahatan,” katanya.
Suryanto mengungkapkan untuk patroli keamanan yang melibatkan seluruh polsek terus dilakukan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dengan menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di setiap wilayah.
“Patroli dilaksanakan setiap polsek yang pelaksanaannya hingga dini hari. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang dilakukan, maka situasi kamtibmas tetap terkendali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.