Pemkab Sleman Lengkapi Syarat Revitalisasi Stadion Tridadi ke Pusat
Pemkab Sleman masih melengkapi syarat administrasi revitalisasi Stadion Tridadi, termasuk legalitas lahan, sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Jumlah bus yang diwadahi Koperasi Sapta Manunggal Bantul terus menurun seiring masifnya kendaraan pribadi dan penyedia jasa transportasi online. Dari 100 bus, kini jumlah armada bus tersebut hanya tersisa 39 unit yang masih beroperasi di Bantul.
Ketua Koperasi Sapta Manunggal, Ngatijan mengatakan bahwa ada 39 bus yang masih beroperasi di Bantul dengan lima jurusan yang tersedia. “Jalurnya itu ada, Jogja-Imogiri Timur, Jogja-Piyungan, Jogja-Parangtritis, dan Jogja-Srandakan,” kata Ngatijan, Sabtu (7/1/2023).
Selain itu, masih ada satu jalur yaitu Jogja-Samas tetapi hanya ada satu bus yang beroperasi di trayek tersebut.
Soal rencana pembukaan jalur Trans Jogja di Imogiri oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul yang bekerja sama dengan Pemda DIY, Ngatijan menyarankan agar Trans Jogja dapat melewati jalur Imogiri Timur kemudian Pasar Barongan, lalu ke Utara dan terakhir ke Malioboro.
BACA JUGA: Bus Trans Jogja Rute Imogiri Bakal Dibuka
Pada prinsipnya, Ngatijan mendukung program tersebut yang memiliki tujuan untuk meramaikan kawasan Imogiri terkhusus Makam Raja-Raja Imogiri yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
“Pembukaan trayek Trans Jogja itu bisa saja berdampak positif. Artinya ketika ada penumpang nanti yang turun di Imogiri lewat Imogiri Barat dan ketika pulang mau menggunakan transportasi dengan jalur imogiri timur itu mungkin akan membawa dampak positif. Kalau rute ini bisa berjalan, saya kira dapat menghidupkan sektor pariwisata khususnya Makam Raja-Raja Imogiri yang sampai sekarang ada kecenderungan semakin banyak dilupakan masyarakat,” ucapnya.
Hanya saja, menurut Ngatijan, dampak positif yang diharapkan memerlukan waktu yang cukup lama baik dari sisi perekonomian warga sekitar maupun kuantitas penumpang.
Lebih jauh, Ngatijan mengatakan bahwa sangat memungkinkan apabila bus-bus besar dapat diberhentkan di terminal Imogiri kemudian ada shuttle yang akan membawa wisatawan ke kawasan Mangunan.
“Saya setuju dengan Dishub soal rencana itu. Soalnya akan membawa dampak positif juga. Tetapi manakala bus-bus besar masih dibiarkan naik, sekalipun ada shuttle maka hal itu tidak akan ada artinya,” lanjutnya.
Ngatijan menyarankan agar Dishub dapat memberdayakan terminal di depan kantor Kapanewon Imogiri yang terbengkalai untuk parkir bus-bus besar.
Sebelumnya, Dishub Bantul sedang mengkaji kemungkinan perluasan konektivitas trayek shuttle dengan armada Toyota Hiace hingga Puncak Becici di Kawasan Dilingo. Nantinya bus-bus besar akan berhenti di Imogiri. Wisatawan lalu naik ke Kawasan Becici menggunakan shuttle.
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Prasarana Transportasi Dishub Bantul, Suyamto, mengatakan hingga saat ini, pembukaan trayek baru shuttle tersebut masih dikaji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih melengkapi syarat administrasi revitalisasi Stadion Tridadi, termasuk legalitas lahan, sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat.
Petisi minta final Piala Dunia 2026 diulang tembus 80 ribu tanda tangan. Simak kontroversi wasit dan bantahan dari media Argentina di sini.
omentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS).
Sebanyak 1.350 warga di Kota Pekalongan menjadi sasaran skrining TBC aktif hingga September 2026 untuk mempercepat deteksi dini penularan.
Album Oasis (What's the Story) Morning Glory? resmi jadi album studio terlaris sepanjang masa di Inggris, kalahkan The Beatles. Simak daftar lengkapnya.
Kasus perusakan rumah warga di Kasihan, Bantul, memasuki tahap penyelidikan setelah korban resmi melapor ke Polres Bantul.