Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus Kunjungan Wisata Bantul Melonjak
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Foto ilustrasi permainan Lato-Lato. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja mengaku belum mendapat keluhan dan laporan miring soal menjamurnya permainan anak lato-lato dan berdampak negatif pada proses belajar mengajar di sekolah. Larangan terhadap permainan itu untuk tidak dibawa ke sekolah dinilai belum diperlukan seperti yang dilakukan oleh beberapa daerah lain.
"Kalau saya gini saja, sekarang kan belum ada keluhan tentang mainan itu, nanti kalau ada keluhan tentu akan kita cermati dulu," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Asrori, Senin (9/1/2022).
BACA JUGA : Penjual Mainan Anak Ini Jadi Pahlawan Bagi Puluhan
Hiruk pikuk permainan tradisional ini sudah marak sejak beberapa waktu belakangan. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun cukup banyak yang penasaran dengan permainan yang tren di era 1990 ini. Menurut Budi, pihaknya membebaskan murid sekolah untuk melakukan aktivitas yang positif asal sesuai dengan koridor masing-masing. Termasuk pula soal permainan lato-lato.
"Itu kan hanya mainan anak-anak ya terserah kepada yang bermain, tentu kalau ada keluhan akan kita tindak lanjuti," katanya.
Menurut Budi dikeluarkannya surat peringatan soal maraknya fenomena permainan itu juga tidak tepat lantaran sampai sekarang pihak sekolah belum ada keluhan. Aktivitas belajar mengajar juga masih berlangsung normal. Pihaknya mengaku akan berkomunikasi dengan sekolah dan juga komite untuk mengantisipasi insiden yang mungkin terjadi seandainya permainan itu mulai muncul di sejumlah sekolah.
BACA JUGA : Wisatawan Malioboro Diajak Mengenal Permainan
"Belum ada informasi terkait mainan itu di bawa atau tidak ke sekolah, memang menjamur sekarang dimana-mana tapi sampai sekarang belum ada aduan terkait fenomena itu di sekolah. Apalagi sampai mengganggu proses pembelajaran, nanti tentu akan kita cek lagi ke sekolah soal itu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan.
PPIH Arab Saudi siapkan skema murur haji 2026 agar lansia tak turun di Muzdalifah demi kelancaran Armuzna.
Persis Solo menang 1-0 atas Dewa United di Manahan, jaga peluang bertahan di BRI Super League 2025/2026.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.