Porda 2025 Jadi Pelajaran, Atlet Sleman Kini Dapat Iuran BPJS Rp8.500
Atlet Sleman pernah tak tercover BPJS saat Porda 2025. Kini iuran dipangkas dari Rp18.000 menjadi Rp8.500 untuk memperluas perlindungan.
Bendung Kamijoro.-Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul memastikan tetap melanjutkan rencana pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) yang menyedot anggaran hingga Rp152 miliar.
Kepala Disbud Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan dokumen-dokumen Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) telah lengkap. “Kami masih menunggu untuk sidang Amdal di DIY. Kalau dokumen-dokumennya sudah selesai. Tinggal kami menunggu proses pengujian di tingkat DIY,” kata Nugroho ditemui di kantornya pada Senin (9/1/2023).
TBB rencananya akan dibangun di Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. Bangunan itu tidak hanya digunakan untuk memfasilitasi para seniman tetapi juga menjadi ruang pamer dan sentra usaha UMKM.
Nugroho mengatakan, Disbud Bantul akan menyelesaikan segala persyaratan sebelum proses pembangunan. Apabila persyaratan termasuk Amdal belum selesai, maka pembangunan pun akan berisiko.
BACA JUGA: 2023, Taman Budaya Senilai Rp152 Miliar Mulai Dibangun di Bantul
Padahal, pembangunan TBB tersebut, menurut Nugroho, sangat penting dan mendesak. “Menurut kami sangat urgen karena selama ini ketika ada pentas yang cukup besar saja kesulitan tempat. Dengan begitu pembangunan taman budaya ini akan sangat representatif walaupun kami juga sering kerja sama dengan ISI Jogja karena di sana kan juga ada tempat-tempat yang representatif kendati memang terbatas,” katanya.
Lebih jauh, Nugoroho mengatakan bahwa akan ada pelatihan-pelatihan seni budaya yang menjadi program Disbud setelah TBB berdiri. “Selain itu juga TBB bisa menjadi destinasi wisata baru karena dalam pengembangannya kami berkolaborasi dengan OPD lain seperti DKUKMPP dan Dinkes,” ucapnya.
Nantinya, kata dia, ada tempat yang dikelola sebagai promosi dan pengobatan kesehatan tradisional seperti gurah juga mungkin akan masuk di sana.
Pembangunan yang sepenuhnya menggunakan Dana Keistimewaan tersebut sebelumnya sempat mengalami hambatan dalam pengadaan lahan.
Proyek yang direncanakan sejak 2018 tersebut sempat akan memanfaatkan kawasan Pasar Seni Gabusan (PSG) karena lokasinya strategis.
Dari 10 hektare lahan di kawasan PSG, rencananya, 4,5 hektare akan diajukan untuk pembangunan taman budaya. Namun, lantaran area tersebut masuk dalam lahan berstatus sebagai Tanah Kas Desa (TKD), maka pengajuan tersebut tidak disetujui Gubernur DIY melalui surat resmi pada April 2019 lalu. Gubernur pun kemudian meminta Pemkab Bantul mencari lahan lain.
Akhirnya, Kapanewon Pajangan dipilih karena memiliki wilayah yang dapat mencukupi luasan kebutuhan tanah. Selain itu, Pajangan memiliki nilai sejarah yang menjadi lokasi persinggahan Pangeran Diponegoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atlet Sleman pernah tak tercover BPJS saat Porda 2025. Kini iuran dipangkas dari Rp18.000 menjadi Rp8.500 untuk memperluas perlindungan.
Kementerian PU mengerahkan 10 personel dan dua truk tangki air untuk membantu penanganan karhutla di Bulungan, Kalimantan Utara.
Sekitar lima hingga tujuh perusahaan berminat berinvestasi di kawasan industri Piyungan, Bantul. Namun, status kawasan masih menunggu kepastian pusat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.