Advertisement

Taman Budaya Bantul Dibangun di Kamijoro Tahun Ini, Pemkab: Dokumen Amdal Segera Diuji

Andreas Yuda Pramono
Senin, 09 Januari 2023 - 16:47 WIB
Arief Junianto
Taman Budaya Bantul Dibangun di Kamijoro Tahun Ini, Pemkab: Dokumen Amdal Segera Diuji Bendung Kamijoro.-Harian Jogja - Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul memastikan tetap melanjutkan rencana pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) yang menyedot anggaran hingga Rp152 miliar.

Kepala Disbud Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan dokumen-dokumen Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) telah lengkap. “Kami masih menunggu untuk sidang Amdal di DIY. Kalau dokumen-dokumennya sudah selesai. Tinggal kami menunggu proses pengujian di tingkat DIY,” kata Nugroho ditemui di kantornya pada Senin (9/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

TBB rencananya akan dibangun di Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. Bangunan itu tidak hanya digunakan untuk memfasilitasi para seniman tetapi juga menjadi ruang pamer dan sentra usaha UMKM.

Nugroho mengatakan, Disbud Bantul akan menyelesaikan segala persyaratan sebelum proses pembangunan. Apabila persyaratan termasuk Amdal belum selesai, maka pembangunan pun akan berisiko.

BACA JUGA: 2023, Taman Budaya Senilai Rp152 Miliar Mulai Dibangun di Bantul

Padahal, pembangunan TBB tersebut, menurut Nugroho, sangat penting dan mendesak. “Menurut kami sangat urgen karena selama ini ketika ada pentas yang cukup besar saja kesulitan tempat. Dengan begitu pembangunan taman budaya ini akan sangat representatif walaupun kami juga sering kerja sama dengan ISI Jogja karena di sana kan juga ada tempat-tempat yang representatif kendati memang terbatas,” katanya.

Lebih jauh, Nugoroho mengatakan bahwa akan ada pelatihan-pelatihan seni budaya yang menjadi program Disbud setelah TBB berdiri. “Selain itu juga TBB bisa menjadi destinasi wisata baru karena dalam pengembangannya kami berkolaborasi dengan OPD lain seperti DKUKMPP dan Dinkes,” ucapnya.

Nantinya, kata dia, ada tempat yang dikelola sebagai promosi dan pengobatan kesehatan tradisional seperti gurah juga mungkin akan masuk di sana.

Pembangunan yang sepenuhnya menggunakan Dana Keistimewaan tersebut sebelumnya sempat mengalami hambatan dalam pengadaan lahan.

Proyek yang direncanakan sejak 2018 tersebut sempat akan memanfaatkan kawasan Pasar Seni Gabusan (PSG) karena lokasinya strategis.

Dari 10 hektare lahan di kawasan PSG, rencananya, 4,5 hektare akan diajukan untuk pembangunan taman budaya. Namun, lantaran area tersebut masuk dalam lahan berstatus sebagai Tanah Kas Desa (TKD), maka pengajuan tersebut tidak disetujui Gubernur DIY melalui surat resmi pada April 2019 lalu. Gubernur pun kemudian meminta Pemkab Bantul mencari lahan lain.

Akhirnya, Kapanewon Pajangan dipilih karena memiliki wilayah yang dapat mencukupi luasan kebutuhan tanah. Selain itu, Pajangan memiliki nilai sejarah yang menjadi lokasi persinggahan Pangeran Diponegoro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

HPSN 2023, Pengelolaan Sampah demi Capai Zero Emisi

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement