Advertisement

BBPOM Beri Pembinaan kepada Penjual Chiki Ngebul di Sleman

Lugas Subarkah
Minggu, 15 Januari 2023 - 02:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
BBPOM Beri Pembinaan kepada Penjual Chiki Ngebul di Sleman Chiki Ngebul - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pasca penemuan kasus dua anak yang keracunan chiki ngebul di Sleman pada Senin (9/1/2023) lalu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta telah membina pedagang dan meminta untuk menghentikan penjualan sambil menunggu hasil kajian.

Kepala BBPOM DIY, Trikoranti Mustikawati, menjelaskan hasil pengawasan di DIY hanya ditemuakan di dua lokasi dan sudah dilakukan pembinaan. “Kami akan terus melakukan pembinaan dan berkerja sama dengan lintas sektor terkait,” ujarnya, Sabtu (14/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dalam pengawasan tersebut, BBPOM Yogyakarta membina pedagang dan pemilik kemudian menjelaskan potensi bahaya keracunan pangan dengan penggunaan Liquid Nitrogen (LN2). Kepada pedagang dan pemilik, ia minta untuk tidak berjualan dulu. “Sampai kajian oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM selesai, lalu dikeluarkan regulasi terkait hal ini,” ungkapnya.

Baca juga: Dua Anak di Sleman Diduga Keracunan Chiki Ngebul

Di DIY, Pengawasan ciki ngebul dilakukan bersama Dinas kesehatan kabupaten dan kota, menyasar aall, sekolah, pasar malam dan tempat keramaian lainnya. Saat pengawasan disampaikan bahaya penggunaan LN2 pada pangan siap saji.

“Karena langsung dikonsumsi, bisa menyebabkan bahaya seperti anak yang tubuhnya terbakar ketika akan mengkonsumsi Ice smoke snack, kasus keracunan di Tasik Malaya dan balita yang mengalami rupture lambung,” katanya.

Secara regulasi, penggunaan LN2 adalah untuk bahan penolong untuk proses pengolahan pangan, sebagai bahan pembeku freezing agent pada penyiapan pangan  dengan pembekuan cepat seperti es krim. Pada produk akhir harus ada upaya untuk menghilangkan residu LN2 pada produk akhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

AP I Mengaku Belum Terima Info soal Pengurangan Jumlah Bandara Internasional

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:47 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement