Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Wardoyo, salah seorang warga Dusun Gesing 2, Purwodai, Tepus, Gunungkidul, saat melihat bak penampungan air hujan yang dimilikinya, 6 Januari 2023./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasokan air dari PDAM Tirta Handayani telah menjangkau warga Tepus, Gunungkidul. Meski demikian, sebagian warga lebih memilih air hujan untuk diminum karena menganggapnya lebih sehat.
Lurah Tepus, Ispramoyo, mengatakan wilayahnya sudah dialiri layanan PDAM, meski belum semua dusun terjangkau. Warga pun sangat terbantu dengan layanan ini karena kebutuhan air bersih bisa dipenuhi.
Meski demikian, ia mengakui banyak warga yang menggunakan air PDAM hanya untuk keperluan mencuci dan mandi. Adapun, untuk memasak dan minum, penduduk lebih memilih menggunakan air hujan.
BACA JUGA: Pedagang Kawasan Pantai Depok & Parangtritis Akan Diwajibkan Memilah Sampah
“PAM sudah masuk ke wilayah kami, tapi bak penampungan air yang dimiliki tetap dipergunakan,” kata Ispramoyo, Minggu (15/1/2023).
Menurut dia, warga memilih air hujan untuk minum karena menganggapnya lebih sehat. Hal ini dikarenakan air dari PDAM berasal dari sungai bawah tanah sehingga saat hujan keruh.
“Selain keruh, air dari PAM juga mengandung kapurnya sangat tinggi. Air hujan tidak ada dan warga menganggap lebih enak,” katanya.
Ispramoyo menambahkan memasak air dari PDAM ribet. Pasalnya, air harus beberapa kali melalui proses penyaringan guna mengurangi kandungan kapur di dalamnya.
“Beda dengan air hujan, setelah masak bisa langsung diminum karena memang tidak ada kandungan kapurnya,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Wardoyo, salah seorang warga Dusun Gesing 2 di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Menurut dia, bak penampungan yang dimiliki masih dipergunakan hingga sekarang.
“Saya punya dua bak penampungan dengan kapasitas 15.000 liter,” katanya.
Wardoyo mengakui sudah berlangganan air dari PDAM. Meski demikian, bak penampungan yang dimiliki tetap difungsikan guna menampung air pada saat hujan.
Dia berasalan, air ledeng hanya dipergunakan untuk keperluan mandi dan mencuci.
“Lebih sehat air hujan. Layanan PDAM berasal dari sumber Bribin, tapi seringkali keruh saat hujan dan banyak kapurnya. Makanya, kami pilih menggunakan air hujan yang ditampung karena tidak mengandung kapur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Simak cara cek tilang ETLE secara online, konfirmasi pelanggaran, mengajukan sanggahan, hingga membayar denda melalui BRIVA.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Sebanyak 150 santri Kulon Progo mengikuti 22 cabang lomba FASI XIII DIY. Badko TKA-TPA menargetkan gelar juara umum.