Advertisement

Tak Masuk di Satuan Ruang Strategis, Jalan Godean Belum Prioritas untuk Pelebaran

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 19 Januari 2023 - 09:47 WIB
Sunartono
Tak Masuk di Satuan Ruang Strategis, Jalan Godean Belum Prioritas untuk Pelebaran Ilustrasi jalan raya. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Jalan Godean merupakan jalan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi. Meski demikian belum masuk sebagai salah satu jalan yang menjadi prioritas perbaikan yang lebih konstruktif seperti pelebaran. Mengingat kondisi beban terus meningkat seiring kepadatan arus yang terjadi saat ini.

Karena tidak termasuk Satuan Ruang Strategis (SRS) keistimewaan, jalan Godean ini tidak dapat dilakukan penanganan menggunakan Dana Keistimewaan DIY. Berbeda dengan sisi selatan DIY seperti JJLS, pembebasan jalan bisa menggunakan danais. Akibatnya penanganan jalan Godean hanya masuk dalam perbaikan rutin

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri menyampaikan tahun ini perbaikan jalan tersebut hanya dapat dilakukan dengan dana pemeliharaan rutin. Dia menyampaikan, upaya mengajukan pendanaan melalui Dana Keistimewaan (Danais), Dana Alokasi Khusus (DAK) telah dilakukan, namun nihil. 

Menurut Kwaryantini perbaikan jalan dengan dana perbaikan jalan rutin dinilai masih kurang.  “Sebenarnya masih kurang, jalan tersebut belum ada penanganan yang rekonstruktif,” katanya, Rabu (18/1/2023).  

Kondisi jalan yang telah lama tidak dilakukan penanganan yang rekonstruktif, serta tingginya beban kendaraan yang melintas pun memperparah kondisi jalan tersebut. Alhasil, jalan tersebut meski sering dilakukan perbaikan, kerusakan masih sering terjadi. 

“Jalannya sudah sangat tua, dan sudah cukup lama ada penanganan yang rekonstruktif. Kalau ditambal ya seperti itu, rusak lagi,” katanya. 

Kwaryantini menyampaikan jalan tersebut bukan SRS, sehingga tidak dapat didanai Danais.  “Karena ruas jalan tersebut tidak masuk Satuan Ruang Strategis [SRS], jadi melalui Danais tidak bisa,” katanya.

Selain itu, melalui DAK juga telah diajukan. Namun, menurut Kwaryantini fokus DAK di jalan menuju Yogyakarta International Airport (YIA), sehingga pengajuan pendaanaan tersebut tidak berhasil.

Dia menyampaikan tahun ini anggaran pemeliharaan rutin jalan di empat kabupaten DIY dianggarkan sekitar 18,5 miliar. Anggaran pemeliharaan rutin jalan di Kabupaten Bantul sekitar 4,2 miliar, Kabupaten Gunungkidul sekitar 6,8 miliar, Kabupaten Kulonprogo sekitar 4,2 miliar, dan Kabupaten Sleman 3,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Surya Paloh Dikabarkan Ingin Bertemu Megawati, Ini Klarifikasi NasDem

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:47 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement