Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Pengendara sepeda motor melintas di rembesan air di jalan Jogja-Wonosari tepatnya di tikungan Ngember di Kalurahan Patuk, Patuk. Kamis (19/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Warga di Kalurahan Patuk mengeluhkan kondisi jalan Jogja-Wonosari di tikungan Ngembes yang selalu basah. Diduga di lokasi ini ada sumber mata air sehingga menyebabkan jalan cepat rusak.
Kondisi di tikungan yang berbatasan dengan wilayah Bantul ini seringkali basah. Upaya perbaikan sudah dilakukan berulang kali, tetapi tak menunjukkan perubahan yang signifikan.
Lurah Patuk, Catur Bowo mengatakan, kondisi jalan yang bahas sangat mengganggu. Terlebih lagi, lokasinya tidak hanya di satu titik. “Jelas berbahaya karena membuat jalan cepat rusak karena kemunculan air tersebut,” kata Bowo kepada wartawan, Kamis (19/1/2023).
Dia mengaku sudah melakukan sejumlah pengecekan dan memastikan bukan berasal dari instalasi PDAM. Dia menduga rembesan berasal dari sumber air karena di sekitar lokasi dulu ada sumber air yang biasa dimanfaatkan warga. “Sumber Slumprit namanya. Termasuk sakral karena dulu banyak orang yang melakukan permintaan atau untuk meminta penyembuhan dari penyakit,” katanya.
Catur mengungkapkan keluhan dari warga sudah pernah ditindaklanjuti dengan perbaikan. Berbagai cara mulai dari pengaspalan hingga pengecoran, tapi kondisinya tetap muncul rembesan air. “Sudah diperbaiki, tetapi tetap rusak juga,” katanya.
BACA JUGA: Tak Masuk di Satuan Ruang Strategis, Jalan Godean Belum Prioritas untuk Pelebaran
Direktur PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharto saat dikonfirmasi kemarin memastikan bahwa rembesan air di Jalan Jogja-Wonosari bukan berasal dari instalasi PDAM. Ia berdalih di wilayah Patuk belum ada jaringannya. “Jalur PDAM belum sampai ke sana. Jadi, saya pastikan sumber air bukan berasal dari jaringan yang kami miliki,” katanya.
Menurut dia, untuk dugaan adanya sumber air di sekitar Tikungan Ngembes perlu dilakukan penelitian yang lebih jauh lagi. “Belum bisa dipastikan karena mungkin saja sumbernya bagus, tapi harus melalui penelitian terlebih dahulu untuk memastikannya,” kata Toto.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengaku sudah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional terkait dengan sering rusaknya jalan di tikungan Ngembes. Diakuinya upaya perbaikan telah dilakukan, tapi masih sering rusak.
“Sudah diperbaiki, tapi karena rembesan air muncul terus maka berdampak pada kondisi jalan. Rencananya, tahun ini akan diperbaiki secara permanen,” kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.