Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Pengendara sepeda motor melintas di rembesan air di jalan Jogja-Wonosari tepatnya di tikungan Ngember di Kalurahan Patuk, Patuk. Kamis (19/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Warga di Kalurahan Patuk mengeluhkan kondisi jalan Jogja-Wonosari di tikungan Ngembes yang selalu basah. Diduga di lokasi ini ada sumber mata air sehingga menyebabkan jalan cepat rusak.
Kondisi di tikungan yang berbatasan dengan wilayah Bantul ini seringkali basah. Upaya perbaikan sudah dilakukan berulang kali, tetapi tak menunjukkan perubahan yang signifikan.
Lurah Patuk, Catur Bowo mengatakan, kondisi jalan yang bahas sangat mengganggu. Terlebih lagi, lokasinya tidak hanya di satu titik. “Jelas berbahaya karena membuat jalan cepat rusak karena kemunculan air tersebut,” kata Bowo kepada wartawan, Kamis (19/1/2023).
Dia mengaku sudah melakukan sejumlah pengecekan dan memastikan bukan berasal dari instalasi PDAM. Dia menduga rembesan berasal dari sumber air karena di sekitar lokasi dulu ada sumber air yang biasa dimanfaatkan warga. “Sumber Slumprit namanya. Termasuk sakral karena dulu banyak orang yang melakukan permintaan atau untuk meminta penyembuhan dari penyakit,” katanya.
Catur mengungkapkan keluhan dari warga sudah pernah ditindaklanjuti dengan perbaikan. Berbagai cara mulai dari pengaspalan hingga pengecoran, tapi kondisinya tetap muncul rembesan air. “Sudah diperbaiki, tetapi tetap rusak juga,” katanya.
BACA JUGA: Tak Masuk di Satuan Ruang Strategis, Jalan Godean Belum Prioritas untuk Pelebaran
Direktur PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharto saat dikonfirmasi kemarin memastikan bahwa rembesan air di Jalan Jogja-Wonosari bukan berasal dari instalasi PDAM. Ia berdalih di wilayah Patuk belum ada jaringannya. “Jalur PDAM belum sampai ke sana. Jadi, saya pastikan sumber air bukan berasal dari jaringan yang kami miliki,” katanya.
Menurut dia, untuk dugaan adanya sumber air di sekitar Tikungan Ngembes perlu dilakukan penelitian yang lebih jauh lagi. “Belum bisa dipastikan karena mungkin saja sumbernya bagus, tapi harus melalui penelitian terlebih dahulu untuk memastikannya,” kata Toto.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengaku sudah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional terkait dengan sering rusaknya jalan di tikungan Ngembes. Diakuinya upaya perbaikan telah dilakukan, tapi masih sering rusak.
“Sudah diperbaiki, tapi karena rembesan air muncul terus maka berdampak pada kondisi jalan. Rencananya, tahun ini akan diperbaiki secara permanen,” kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.