Advertisement

Warga Pandowoharjo Ditangkap Densus 88, Ini Respons Bupati Kustini

Lugas Subarkah
Senin, 23 Januari 2023 - 07:27 WIB
Sunartono
Warga Pandowoharjo Ditangkap Densus 88, Ini Respons Bupati Kustini Ilustrasi penangkapan - Harian Jogja/Gigih M Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pasca penangkapan dan penggeledahan rumah terduga teroris di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Minggu (22/1/2023), Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, berharap masyarakat dapat lebih mengedepankan pemahaman beragama yang toleran.

"Saya kaget ada warga kami yang diamankan karena terduga teroris. Harapan saya warga lain tak terprovokasi atau terpengaruh sama pandangan atau paham radikalisme itu," ungkap Kustini saat dikonfirmasi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Kustini, pandangan tentang radikalisme bisa saja diterima oleh masyarakat yang tidak paham. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pihaknya meminta agar seluruh stakeholder terkait agar memperkuat sosialisasi dan pemahaman bahaya radikalisme ini dilakukan di setiap kelompok masyarakat.

BACA JUGA : Densus 88 Tangkap dan Geledah Rumah Terduga Teroris di Sleman

Toleransi menurutnya adalah ajaran dalam islam, sehingga pihaknya berharap agar masyarakat khususnya yang tinggal di Sleman memahami arti toleransi tersebut. "Seluruh masyarakat harus waspada dan mensosialisasikan model keagamaan yang mengedepankan toleransi. Dan mengajak pada kedamaian karena toleransi itu yang diajarkan oleh Rasullah," katanya.

Dengan masyarakat yang beragam, warga Sleman perlu lebih memahami dan menerapkan toleransi beragama. "Apalagi masyarakat Sleman ini kan beragam dan bisa disebut Indonesia mini. Maka perlu penguatan kembali tentang toleransi untuk merawat keberagaman Sleman sebagai rumah bersama," katanya.

Ia juga meminta peran jaga warga kembali ditingkatkan untuk mencegah terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan. "Gerakan jaga warganya digalakan lagi. Kewaspadaan ditingkatkan. Jangan sampai kita acuh terhadap hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita. Pak RT,RW dan Dukuh harus tau aktivitas warga agar kalau ada hal-hal yang tidak wajar bisa diantisipasi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement