Advertisement

Terasa seperti Gempa, Pengeboran Tanah untuk Tol Jogja Bikin Tembok Rumah Warga Retak

Lugas Subarkah
Senin, 23 Januari 2023 - 17:57 WIB
Bhekti Suryani
Terasa seperti Gempa, Pengeboran Tanah untuk Tol Jogja Bikin Tembok Rumah Warga Retak Tembok rumah Soekarno yang retak akibat pengeboran tol Jogja-Bawen, di Pundong 4, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Senin (23/1/2023) - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Konstruksi jalan tol Jogja-Bawen yang mulai dikerjakan sekitar setahun belakangan, berdampak pada  tembok warga di sekitarnya. Salah satunya yakni pada rumah Soekarno, warga Pundong 4, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati.

Rumah Soekarno terletak persis di sebelah selatan Selokan Mataram. Sebagian lahan halaman rumahnya terkena trase tol desain pertama dan penambahan, masing-masing seluas 21 meter persegi dan 87 meter persegi. Sedangkan bangunan rumahnya tidak terkena trase.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ia menjelaskan tembok yang retak di rumahnya berada di bagian belakang rumah, tempat sumur dan kamar mandi. Retakan itu memanjang dari tembok di sisi selatan, melewati lantai dari semen hingga ke tembok di sisi barat. Retakan juga terdapat di dalam kamar mandi.

Soekarno menjelaskan di tembok rumahnya memang sudah ada retakan sejak lama. Namun dimulainya pengeboran konstruksi tol memperbesar retakan tersbeut. “Yang dulu sudah saya tambal, terus ada pengeboran itu jadi terbuka lagi,” katanya, Senin (23/1/2023).

Pengeboran konstruksi tol yang berjarak tak jauh dari rumahnya itu dimulai pada November 2022 lalu. Mulai saat itu lah retakan tembok di rumahnya kian membesar. Pengeboran itu begitu keras suaranya, ia menggambarkan seperti gempa.

“Kayak gempa, sampai keluar semua pertama kali. Warga semua naik [ke pinggir jalan], ada apa, gempa, enggak tahunya pengeboran. Karena sudah terbiasa ada bunyi gitu sudah enggaj kaget. Sudah sekitar dua bulan, kalau ada pengeboran aja,” ungkapnya.

Meski cukup dekat dengan lokasi pembangunan, rumahnya hingga saat ini belum terdampak debu maupun sumur yang tercemar. Ia juga belum tahu apakah akan mendapat kompensasi atau tidak atas dampak yang dirasakannya tersebut.

BACA JUGA: Kawasan Industri Semin Gunungkidul, Jalan Banyak yang Rusak dan Sempat Jadi Tempat Buang Korban Begal

Namun ia mendengar ada informasi jika warga dengan jarak tertentu dari lokasi pengerjaan konstruksi bisa mendapat kompensasi. “Jaraknya 50 meter atau 60 meter yang kena kompensasi. Tapi belum dilaksanakan. Dengr-dengernya gitu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement