Advertisement

Booster Kedua Akan Segera Digelar untuk Masyarakat di Kulonprogo

Catur Dwi Janati
Senin, 23 Januari 2023 - 08:17 WIB
Sunartono
Booster Kedua Akan Segera Digelar untuk Masyarakat di Kulonprogo Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Vaksinasi booster kedua yang menyasar masyarakat umum bakal segera digulirkan di Kulonprogo. Jarak enam bulan dan usia di atas 18 tahun menjadi syarat utama bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi booster kedua.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati menerangkan surat edaran terkait arahan pelaksanaan vaksin booster kedua bagi masyarakat umum baru diterima Jumat (20/1/2023) lalu. Informasi ini baru diteruskan dan disosialisasikan kepada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) agar bisa diseminasikan ke masyarakat. 

Advertisement

"Jadi intinya selain nakes dan lansia, sekarang sudah dibuka booster kedua untuk kategori masyarakat umum atau 18 tahun ke atas," terang Rina dikutip pada Minggu (22/1/2023).

Vaksinasi booster secara terjadwal bisa dilakukan di masing-masing fasyankes. Adapun untuk waktunya mengikuti jadwal di tiap-tiap fasyankes. Rata-rata vaksinasi di lakukan satu pekan sekali di fasyankes.

BACA JUGA : Masyarakat Sudah Bisa Booster Kedua

"Di masing-masing fakes satu pekan sekali mengikuti jadwalnya mereka. Kemudian untuk Puskesmas ditambah lagi dengan yang door to door atau jemput bola di dusun-dusun," jelasnya.

Tak butuh persyaratan rumit. Warga yang ingin melakukan vaksinasi booster kedua di fasyankes Kulonprogo pertama disyaratkan harus berusia 18 tahun ke atas. Kemudian jarak antara booster pertama ke vaksinasi booster kedua telah lebih dari enam bulan.

Warga yang telah lebih dari enam bulan melakukan booster pertama biasanya akan mendapatkan notifikasi atau tiket sebagai tanda telah lewat booster. Namun bila bermasalah, seperti sudah lewat enam bulan namun notifikasi tersebut belum muncul, maka tim dari fasyankes akan melakukan pengecekan dahulu. Bila benar telah memenuhi syarat, tim medis akan melakukan vaksinasi booster kedua yang nantikan akan dilaporkan ke PeduliLindungi.

Dijelaskan Rina, pelayanan vaksinasi kini tidak digelar setiap hari lantaran peminatnya yang mulai sedikit. "Itu eman-eman vaksinnya kalau dibuka nanti enggak penuh, yang lain terbuang. Jadi dikumpulkan sepekan sekali, termasuk RSUD Wates dan RS NAS itu juga satu pekan satu kali," ujarnya.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Buka Pendaftaran Vaksinasi Booster Kedua 

"Jadi untuk akhir-akhir ini terkait juga dicabutnya PPKM, itu juga mintanya malah menurun juga. Karena mungkin mereka sudah beranggapan Covid-19 sudah habis, terus enggak mau vaksin," ujarnya.

Kendati demikian Rina optimis vaksinasi booster kedua untuk masyarakat umum bisa menarik banyak peminat. Selain itu melalui vaksinasi booster kedua ini, Rina berharap ada peningkatan proteksi lagi di masyarakat. Pasalnya bila melihat rata-rata booster pertama masyarakat sudah dilakukan setahun yang lalu sehingga kemungkinan tingkat titerny sudah turun. 

"Meskipun sekarang kasus Covid sudah mulai turun, tetapi pandemi belum dicabut secara global jadi kita harus tetap melakukan perlindungan di masyarakat," ucapnya.

Dari aspek ketersediaan vaksinnya, saat ini ada 57 vial pfizer dan 37 vial Zivivac di Dinkes Kulonprogo. Jumlah tersebut belum termasuk vaksinasi yang telah didistribusikan ke faskes-faskes.

"Ini besok pekan depan kalau permintaan Puskesmas naik, kita segera minta ke provinsi. Stok di provinsi aman, maksudnya mereka cukup banyak," lanjutnya.

Berdasarkan data per Sabtu (21/1/2023) cakupan vaksinasi di Kulonprogo mencapai 319.898 orang untuk dosis kedua atau setara dengan 84,59 persen dari total sasaran. Sementara pada booster pertama cakupannya baru mencapai 123.504 sasaran dan 3090 untuk vaksinasi booster kedua.

Situasi kasus Covid-19 masih terkadang muncul di Kulonprogo meski jumlahnya terbilang rendah. Sekretaris Dinkes Kulonprogo, Baning Rahayujati pada Sabtu (21/1/2023) terdapat tambahan satu kasus Covid-19 yang terdeteksi melalui tes PCR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Puncak DBD di Indonesia Diprediksi pada April dan Mei 2023

News
| Jum'at, 27 Januari 2023, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Kemenparekraf Optimistis Jumlah Wisatawan 2023 Naik

Wisata
| Kamis, 26 Januari 2023, 08:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement