Advertisement

Wacana Vaksin Berbayar, Pedagang Angkringan: Kami Juga Mikir-Mikir

Hadid Husaini
Kamis, 26 Januari 2023 - 07:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Wacana Vaksin Berbayar, Pedagang Angkringan: Kami Juga Mikir-Mikir Masyarakat melakukan vaksinasi di Kantor Dinas Kesehatan Bantul pada Selasa (10/5/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewacanakan agar vaksin Covid-19 berbayar. Sejumlah masyarakat turut menanggapi rencana ini karena dianggap menjadi beban bagi kalangan bawah.

Pedagang Angkringan, Muhammad Ali, mengaku belum mengetahui informasi tentang wacana vaksinasi berbayar yang diwacanakan pemerintah tersebut. Meskipun begitu dirinya tidak setuju jika vaksinasi yang dulu diwajibkan oleh pemerintah harus berbayar.

Advertisement

“Tidak setuju, soalnya dari awal itu yang mewajibkan pemerintah, alangkah baiknya itu dibebankan kepada pemerintah,” ujar Ali saat berjualan, Rabu (25/1/2023) di Tegalrejo, Kota Jogja.

Dirinya terbebani lantaran berbagai macam kebutuhan mengharuskan untuk vaksin, jika diwajibkan berbayar menurutnya akan menjadi pukulan bagi masyarakat kelas bawah. Dirinya mengaku khawatir jika wacana tersebut diberlakukan.

Langkah yang diambil oleh pemerintah dianggap terburu-buru meskipun saat ini belum ditetapkan. “Kita tetap juga mikir-mikir.” Tandasnya saat diwawancarai.

Baca juga: Dikira Hilang 25 Tahun karena Takut Disunat, Pria Ini Ternyata Tinggal di Pasar Kepek Bantul

Meskipun begitu, Vaksin menurutnya bukan lagi prioritas dengan kasus Covid-19 yang sudah melandai. Dirinya meminta pemerintah untuk lebih fokus memulihkan kondisi masyarakat untuk bisa bangkit Kembali. “Infrastruktur kan juga jalan terus, apalagi covid udah nggak seperti dulu lagi,” tandasnya.

Sementara itu, bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan akan digratiskan untuk bisa vaksinasi. Sementara bagi yang belum memiliki layanan tersebut atau bagi yang mampu akan dikenakan tarif Rp150.000/dosis.

Ali mengaku dirinya mengakses layanan BPJS namun tidak aktif. Dirinya mengungkapkan jika dengan biaya rencana vaksinasi tersebut lebih memilih untuk dipakai kebutuhan lain. “Kalau saya lebih memilih untuk beli beras, bisa untuk sebulan, bahkan sisa,” ucap Ali.

Sebelumnya Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin mengungkapkan bahwa kedepan vaksinasi akan berbayar dengan skema diluar Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan saat di Gedung DPR RI, Jakarta. *




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadwal Pemadaman Listrik, Jumat 27 Januari 2023: Wates dan Wonosari Kena Giliran

News
| Jum'at, 27 Januari 2023, 07:07 WIB

Advertisement

alt

Kemenparekraf Optimistis Jumlah Wisatawan 2023 Naik

Wisata
| Kamis, 26 Januari 2023, 08:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement