Wali Kota Pekalongan Nostalgia di UII, Gowes 23 Km Keliling Sleman
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengikuti Gowes FBE UII 2026 sejauh 23 km sambil bernostalgia di almamaternya
Foto ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar dugaan penculikan anak di Kota Jogja santer beredar. Salah satunya menimpa seorang bocah berusia sembilan tahun di wilayah Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja. Anak berinisial EHP itu dikabarkan sempat dikejar terduga pelaku penculikan hingga di depan rumahnya.
Sang ibu, Susi Kartaningsih membeberkan kronologi lengkapnya kepada Harianjogja.com lewat aplikasi pesan Whatsapp, Jumat (27/1/2023) pagi. Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/1/2023) lalu sekitar pukul 14.00 WIB, saat itu EHP tidak ingin tidur siang dan memilih akan bermain saja.
BACA JUGA : Viral Bocah di Kulonprogo Hendak Diculik, Begini Klarifikasi Polisi
“Saya bilang mbak ayo bobok siang panas-panas gini kalo main gak baik nanti gampang sakit saya bilang begitu. Karena kebetulan adiknya atau anak saya yang kecil sedang demam. Tetapi dia [EHP] bilang ke saya aku nggak ngantuk buk terus izin mau main ke rumah temennya,” kata Susi Jumat pagi.
Tanpa ada kekhawatiran, Susi pun mengizinkan anaknya bermain. EHP kemudian menghampiri temannya yang kebetulan rumahnya masih ada di sekliling kampung tersebut. Akan tetapi teman yang akan diajak bermain itu juga sedang tidur siang, akibatnya EHP pun bermain sendirian di depan rumah.
Saat EHP bermain sendirian itulah, ada pengendara motor terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berhenti dengan jarak sekitar 20 meter dari rumahnya. Tak hanya berhenti, gelagat keduanya mencurigakan, karena sempat mengarahkan ponselnya ke arah EHP yang diduga sedang mengambil gambar. Selain itu, kata Susi, orang tak dikenal itu sempat melambaikan tangan kepada anaknya sebagai pertanda ajakan.
Akan tetapi EHP yang tidak mengenalnya pilih menggelengkan kepalanya pertanda menolak. Pemotor itu kemudian putar balik, selanjutnya pembonceng yang juga perempuan turun dari motor dan berupaya mendekati EHP berusaha untuk mengajak. Merasa ketakutan, EHP kemudian masuk ke dalam kamar sembari memanggil kakeknya meminta pertolongan.
“Saking ketakutan anak saya lari masuk rumah sambil ketakutan nangis bilang uti-uti, ibu aku di kejar orang itu, panik masuk rumah posisi sandal masih di pakai. Karena neneknya di luar rumah jadi tahu yang mengejar, lalu bilang ke bapak saya kalau anak saya dikejar orang,” katanya.
Ia mengatakan pengendara motor itu sempat kembali melewati depan rumahnya bahkan sempat menyapa orangtuanya yang berada di depan rumah lalu berhenti tak jauh dari persimpangan. “Waktu orang ini berhenti, bapak saya mendekat mau bertanya diapakan cucunya sampai ketakutan, tetapi belum sampai mendekati, mereka sudah buru-buru pergi ke arah utara perempatan timur rumah saya,” katanya.
Susi mengatakan setelah kejadian itu, EHP tampak merasa ketakutan bahkan enggan untuk tidur. Keesokan harinya juga tidak mau berangkat ke sekolah dengan alasan masih merasa takut. “Dia bilang buk kalo aku enggak berangkat sekolah gimana, dia masih takut banget sambil nangis. Lalu pelan-pelan saya membujuk masuk agar tidak ketinggalan pelajaran. Saya menyampaikan kalau diantar sampai dalam sekolah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengikuti Gowes FBE UII 2026 sejauh 23 km sambil bernostalgia di almamaternya
Gempa M4,7 guncang Pariaman akibat Sesar Mentawai, terasa hingga Padang dan Bukittinggi. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami.
Pendaftaran Jalur Prestasi SPMB DIY 2026 dibuka 22 Juni. Cek kuota dan daya tampung SMA Negeri favorit di Kota Jogja sebelum mendaftar.
Bhutan memperkenalkan lima wisata wellness berbasis alam dan spiritualitas Himalaya, mulai yoga, meditasi, hingga terapi tradisional menchu.
OJK menyita 41 aset kasus BPRS GP Medan terkait dugaan pembiayaan fiktif dan pencatatan palsu senilai Rp15,47 miliar.
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.