Satpol PP Bantul Amankan 86 Botol Minuman Oplosan
Satpol PP Bantul menyita 86 botol miras dan oplosan dalam operasi penegakan perda, pelanggar terancam denda hingga Rp50 juta.
Sejumlah warga lanjut usia melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Hi-Lab Kota Jogja, Sabtu (28/1/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Jogja menggencarkan pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah warga lanjut usia di wilayahnya guna mendeteksi komorbid atau penyakit penyerta yang mereka derita.
Upaya itu dilakukan untuk memperpanjang angka harapan hidup warga lanjut usia yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi selama pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Manager Marketing Hi-Lab, salah satu faskesyankes di Kota Jogja, Deni Herdian, mengatakan setelah pandemi Covid-19 melandai, inisiatif warga lanjut usia untuk memeriksakan kesehatan mulai meningkat. Animo warga lanjut usia dalam memeriksa kesehatan diklaim meningkat mencapai 10-20 persen. Kondisi itu tentu menjadi salah satu bentuk mitigasi dan upaya pencegahan terhadap penyakit penyerta.
"Pengecekan kesehatan ini bisa menjadi salah satu bentuk upaya dalam memperpanjang usia harapan hidup lansia terutama di Kota Jogja," katanya Minggu (29/1/2023).
Deni menyebut beberapa penyakit penyerta yang biasanya terdeteksi pada warga lanjut usia yakni berupa jantung, sesak napas, darah tinggi maupun diabetes. Upaya pemeriksaan terhadap komorbid tentunya menjadi antisipasi awal bagi kesehatan warga lanjut usia.
Guna mendukung kesehatan dan angka harapan hidup, warga lanjut usia juga membuka program khusus Lansia Hi-Lab Golden Club (HGC) untuk berkontribusi menjaga agar masyarakat hidup sehat lebih lama (Make Healthy Life Longer). Manfaatnya member yang tergabung akan mendapatkan fasilitas pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi dokter sebagai pemantauan kesehatan secara gratis.
Sementara, epidemiolog kesehatan pada Seksi P2M dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Setyogati Candra Dewi menyebut sejak 2021 lalu pihaknya melakukan sero survey berupa pengumpulan data Antibodi SARS Cov-2 di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perubahan proporsi penduduk dengan antibodi SARS-CoV-2 dan untuk mengetahui perubahan kadar antibodi SARS-Cov-2 serta status vaksinasi Covid-19.
"Di Kota Jogja sudah diselenggarakan pengumpulan data yang ke empat pada bulan ini dengan responden dipilih dari 11 kelurahan. Hasilnya akan kami jadikan dasar kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dasar kebijakan Vaksinasi Covid-19 lengkap dan booster," katanya.
Adapun hasil sero survey ketiga pada Juli 2022 di Kota Jogja menunjukkan seluruh responden yang mengikuti pengumpulan data 100% sudah memiliki antibodi terhadap virus SARS-Cov2. Sementara hasil sero survey keempat pada Januari 2023 ini masih menunggu hasil pemeriksaan di Laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul menyita 86 botol miras dan oplosan dalam operasi penegakan perda, pelanggar terancam denda hingga Rp50 juta.
Harga emas Pegadaian hari ini 16 Juni 2026 naik. Antam Rp2,83 juta/gram, UBS dan Galeri24 ikut menguat. Simak daftar lengkapnya.
Harga pangan terbaru 16 Juni 2026: cabai rawit tembus Rp75.750/kg, telur Rp30.350/kg. Simak daftar lengkap harga beras, daging, dan minyak.
BGN larang pegawai punya dapur MBG untuk cegah konflik kepentingan. Program difokuskan pada penerima manfaat dan transparansi.
Spanyol dominan tapi gagal mencetak gol saat ditahan Tanjung Verde 0-0. Kiper Vozinha tampil heroik di Piala Dunia 2026.
Sudaryono bantah kabur saat forum UGM ricuh. Ia ungkap kronologi hingga duduk di aspal demi lanjutkan dialog.