Advertisement
Jelang Kampanye, JPW Minta Polisi Tegas Tindak Pemakai Knalpot Blombongan di Jogja

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Police Watch (JPW) meminta aparat kepolisian menindak tegas pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan knalpot sesuai spesifikasi atau yang dikenal dengan knalpot brong dan blombongan.
Pasalnya, menjelang pemilu dan kampanye partai politik, fenomena knalpot blombongan akan marak dan mengganggu ketenteraman warga.
Advertisement
Kepala Bidang Humas JPW, Baharuddin Kamba mendukung langkah kepolisian terutama Polda DIY dan jajaran sampai di tingkat polsek untuk menindak tegas pengguna sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan.
Knalpon blombongan melanggar Undang-Undang No.22/2009 tentang Lalu Lintas (UU LLAJ) Pasal 285 ayat 1 juncto Pasal 106 ayat 3. "Lagi pula suara knalpot brong [blombongan] sangat menganggu masyarakat atau pengguna jalan lainnya. Kami harap petugas kepolisian bisa mengantisipasi dan menindak dengan tegas," kata Kamba, Minggu (29/1/2023).
BACA JUGA: Sangat Mengganggu, Knalpot Blombongan di Bantul Akan Disita Polres dan Dijadikan Monumen
Menurutnya, razia atau operasi lalu lintas terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot blombongan jangan hanya dilakukan petugas sesekali atau sekedar memuaskan pimpinan. Mestinya aparat kepolisian konsisten menindak para pelanggar aturan lalu lintas, terutama pada saat massa yang melakukan konvoi di jalanan menggunakan knalpot brong.
"Harus ditindak tegas tanpa pandang bulu. Karena tidak hanya menggangu pengguna jalan lainnya, tetapi juga masyarakat akan antipati terhadap massa baik dari ormas maupun simpatisan partai politik yang menggelar konvoi dengan knalpot brong," kata dia.
BACA JUGA: Tengok Pekarangan, Warga di Gunungkidul Malah Dicurigai Hendak Culik Anak
Kamba menilai perlu ada gerakan bersama kepada warga dan masyarakat umum agar kegiatan dan penyampaian pendapat maupun acara tertentu dijalankan dengan lebih santun dan sopan di jalan raya. Di sisi lain penegakan tanpa pandang bulu itu juga merupakan amanat dari Kapolri dengan jargonnya presisi.
"Semoga presisi tak sekadar basa-basi. Kalau perlu Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan pimpin langsung razia knalpot brong. Aturan yang dapat menindak pengendara bermotor yang menggunakan knalpot blombongan sudah tercantum jelas, tinggal inisiatif teman-teman polisi yang harus bergerak di lapangan ditingkatkan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 4 April 2025, Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan dan Berawan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
- Baru Ada 70 Katering di Sleman Memiliki Bukti Pengolahan Pangan Aman
- Antrean Kendaraan Nyasar di Perkampungan di Kalasan Sleman Akibat Ikuti Google Maps
- WhatsApp Tambah Fitur Baru, Bisa Update Status Pakai Lagu Mirip Instagram
- Penyaluran Dana Penguatan Modal 2024 di Sleman Mencapai Rp30,9 Miliar
Advertisement
Advertisement