WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Merespons kasus anak empat tahun yang diduga terkena peluru nyasar dari tembakan peringatan Polsek Ngaglik, Jogja Police Watch (JPW) mendesak kepada pihak kepolisian Polresta Sleman agar transparan dalam menindaklanjuti kasus tersebut.
Kabid Humas JPW, Baharuddin Kamba, mengatakan kejadian ini bermula saat petugas kepolisian dari Polsek Ngaglik merespons laporan mengenai adanya orang yang berbuat onar. Polisi saat itu sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke atas. Dari keterangan Kapolresta Sleman disebutkan adanya kemungkinan peluru peringatan itu mengenai anak yang sedang berada di warung makan. Warung itu berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penembakan.
“Kapolresta Sleman AKBP, Imam Rifa'i menyebut ada kemungkinan penyebab luka pada kepala bocah tersebut adalah proyektil yang merupakan tembakan peringatan dari anggota Polsek Ngaglik dan tembakan peringatan diarahkan ke atas,” katanya, Rabu (21/12/2022).
Atas kejadian ini, JPW mendorong agar kasus tersebut lebih baik ditarik ke Polda DIY untuk menghindari konflik kepentingan. “Pihak kepolisian Polsek Ngaglik dan Polresta Sleman harus terbuka, jangan ada yang ditutupi atas kasus ini,” ungkapnya.
JPW mengapreasi langkah yang dilakukan Kapolsek Ngaglik dengan melakukan komunikasi terhadap keluarga korban terkait biaya perawatan. Namun, ia berharap proses hukum atas kasus ini jangan lantas berhenti dan harus tetap dilanjutkan.
Jika anggota Polsek Ngaglik terbukti melakukan pelanggaran, maka sanksi etik dan pidana wajib dilakukan. Adapun kasus tersebut saat ini ditangani oleh Satreskrim dan Propam Polresta Sleman, untuk menindaklanjuti jika memang benda asing di kepala anak tersebut memang peluru milik anggota kepolisian.
BACA JUGA: Anak di Sleman yang Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar Kini Membaik
Seperti diketahui, seorang anak perempuan berumur empat tahun dikabarkan mendadak terjatuh saat sedang berada di sebuah warung makan di Kapanewon Ngaglik, pada Minggu (18/12/2022) siang. Saat ddiberi tindakan medis, diketahui terdapat benda asing di kepala bagian belakanganya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan kondisi anak perempuan itu masih dalam pemulihan pasca operasi saat ini. Sedangkan benda asing yang masuk ke kepala anak itu masih dianalisis oleh tim forensik. "Hasilnya akan kami serahkan kepada polisi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
YIA layani 11 penerbangan charter umrah langsung ke Arab Saudi bersama Garuda Indonesia, angkut 593 jemaah dari berbagai daerah.
PKB DIY menyalurkan 100.000 liter air bersih untuk warga Purwosari, Gunungkidul, guna mengantisipasi dampak kekeringan musim kemarau.
Diskusi seni di Jogja memantik kritik tajam soal sejarah, kolektor, dan posisi Yogyakarta sebagai pusat seni rupa Indonesia.
BI memperpanjang relaksasi kartu kredit hingga 31 Desember 2026 untuk menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat.
Samapta Swim Competition Open V 2026 di Kota Magelang diikuti 685 atlet renang usia 5-12 tahun dari Jateng dan DIY.