DPRD Sleman Minta 114.000 UMKM Dipetakan Lebih Rinci
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Petugas Gabungan Lakukan Penertiban Pelaku Usaha di Kawasan Pantai Parangtritis pada Minggu (29/1/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul kembali buka posko terpadu di Kawasan Wisata Pantai Parangtritis pada Minggu (29/1/2023). Posko tersebut sebelumnya dibuka ketika libur natal dan tahun baru sebagai layanan pengaduan. Seiring berjalannya waktu, posko tersebut kemudian buka secara berkala setiap Sabtu dan Minggu.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan posko tersebut dibuka dengan tujuan untuk mengingatkan pengunjung untuk tidak melanggar aturan seperti tidak boleh masuk salah satu zona di Parangtritis menggunakan motor.
“Misalnya juga ada pengamen yang, bahasa kasarnya, memaksa pengunjung [memberi uang], nah itu bisa lapor ke posko,” kata Markus dihubungi pada Minggu (29/1/2023).
Kendati sempat ditutup, posko pengaduan tersebut sangat bermanfaat. Kata pria yang kerap disapa Ipung ini, baik pedagang dan pelaku wisata meminta agar posko pengaduan tersebut tetap diteruskan. Sementara ini, posko terpadu dibuka pada Sabtu dan Minggu.
“Saya belum tahu sampai kapan posko tersebut dibuka karena ada kaitan dengan anggaran. Soalnya ada bantuan transportasi dan konsumsi [bagi petugas],” katanya.
Tepatnya, petugas yang berjaga ada dari unsur Satpol PP, Polsek, SAR, dan perwakilan pelaku usaha pariwisata, serta Dispar Bantul.
Sekretaris Dispar Bantul, Raden Jati Bayubroto, mengatakan sasaran utama penertiban oleh petugas tersebut adalah para pelaku usaha di Kawasan Pantai.
“Itu penertiban rutin dari berbagai elemen. Sasaran utamanya pelaku usaha di Kawasan Pantai,” kata Jati.
Sementara itu, anggota Satpol PP Bantul, Gunawan, mengatakan jajarannya bersama unsur lain telah melaksanakan giat penertiban pelaku usaha terutama penjual asongan seperti bakso keliling menggunakan motor.
“Pelaksanaan giat tersebut baru hari ini [Minggu]. Ada tujuh pelaku usaha yang kami tertibkan,” katanya
Koordinator UPK Parangtritis-Depok, Suranta, menambahkan awal berdirinya posko tersebut untuk menegakkan aturan terkait penerapan protokol kesehatan. “Posko itu buka sejak awal pandemi Covid-19. Sementara untuk tahun 2023 dibuka lagi pada 29 Januari,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.