Kekeringan Meluas, BPBD Sleman Salurkan 198.000 Liter Air
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Ilustrasi./Harianjogja
Harianjogja.com, BANTUL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengaku kerap kehabisan beronjong kendati telah dibantu oleh BPBD DIY. Padahal angka tanah longsor di Bantul terbilang cukup tinggi, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, membenarkan bahwa BPBD Bantul memang acap kehabisan beronjong. “Soalnya ketika Desember 2022 lalu, intensitas bencana cukup banyak. Sekarang ini total beronjong yang kami punya tersisa 20 unit dan itu berasal dari BPBD DIY,” kata Agus ditemui di kantornya pada Senin (30/1/2023).
Guna mengantisipasi habisnya bantuan beronjong ke masyarakat, BPBD sedang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) terkait dengan tambahan bantuan beronjong.
“Memang selama ini beronjong itu berasal dari BPBD DIY. Namun, barangkali nanti dari BBWSSO dapat menyumbangkan untuk diberikan ke masyarakat yang membutuhkan. Makanya kami studi banding ke sana,” katanya.
BACA JUGA: Empat Pekerja Proyek Tertimbun Longsor, Satu Meninggal
Agus mengatakan masyarakat dapat mengirim permohonan bronjong apabila membutuhkan. Namun, BPBD hanya memberikan beronjong tanpa batuan pengisi. Masyarakat tetap harus mengusahakan batu-batuan untuk mengisi bronjong secara mandiri.
Lebih jauh, menanggapi beberapa kejadian kebencanaan pada tanggal 25 Januari lalu, BPBD masih melakukan asesmen kebutuhan logistik.
Staf bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Plentyas Lalang Dwi Hartanta, mengatakan BPBD Bantul sudah berkoordinasi dengan DPUPKP terkait dengan penyediaan alat berat dalam proses pembersihan material sisa longosr di Dusun Nogosari, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul yang menyebabkan akses jalan desa dan aliran sungai desa tertutup.
“Tadi dari DPUPKP Bantul sudah turun alat berat untuk membersihkan longsoran. Terkait logistik sudah include ke pihak Desa. BBM alat berat tersebut sudah diurus Desa,” kata Lalang.
Sementara di Dusun Benyo, Kalurahan Sendangsari, Panjangan, Bantul, BPBD telah memberikan bantuan dua terpal berukuran 5 X 7 meter untuk menutup rekahan talud rumah. Selain itu, warga sekitar memerlukan bronjong atau bangket.
“Kadang begini, sekalipun mereka perlu beronjong, ya belum tentu turun soalnya mereka harus memastikan dapat menyediakan batu sebagai isian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad nikah Kasespri Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Jakarta, Minggu pagi.
BPBD Gunungkidul mengajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air bersih karena bantuan diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan September.
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.