Advertisement
Puluhan Juta Dianggarkan Kelurahan Gedongkiwo untuk Tangani Sampah
Suasana Musrenbang Kelurahan Gedongkiwo yang fokus menangani sampah di wilayahnya. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja, telah menyelesaikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2023. Salah satu poin Musrenbang adalah penanganan sampah dengan merencanakan anggaran puluhan juta untuk mewujudkannya.
Ada tiga program yang akan dijalankan untuk menangani sampah di Kelurahan Gedongkiwo sepanjang 2023 ini. Program tersebut meliputi pelatihan pembuatan komposter tingkat RT, pembuatan biopot, dan pelatihan penanganan sampah anorganik.
Advertisement
Anggaran Rp61 juta disediakan untuk pelatihan pembuatan komposter yang menyasar 86 RT di Kelurahan Gedongkiwo. Sementara, rencana pembuatan bipot dianggarkan Rp8 juta. Terakhir, pelatihan penanganan sampah anorganik dianggarkan Rp8 juta.
Sekretaris Kelurahan Gedongkiwo Efi Widiastuti menjelaskan tiga program tersebut sudah disepakati masyarakat di kelurahannya. “Tapi belum final karena masih perlu dibawa ke Musrenbang tingkat Kemantren Mantrijeron,” katanya, Selasa (31/1/2023).
Efi mengatakan Gedongkiwo terus berkomitmen mewujudkan penanganan sampah yang memadai sesuai arahan Pemkot Jogja. “Bentuk nyata komitmen tersebut dengan membuat program konkret seperti tadi, kami juga terus berkoordinasi dengan Paguyuban Bank Sampah Kelurahan Gedongkiwo untuk mewujudkan zero sampah,” jelasnya.
Penanganan sampah juga dilakukan dengan koordinasi melalui ketua RT sekelurahannya. “Karena yang lebih tahu pasti dan dekat dengan masyarakat itu ketua RT maka koordinasi intens juga dilakukan dengan mereka,” ujarnya.
Lurah Gedongkiwo Supriyono yang memimpin Musrenbang pada Senin dan Selasa (23-24/1/2023) kemarin juga melihat adanya komitmen masyarakat untuk mengatasi masalah sampah. Supriyono menjelaskan ada beberapa usulan penanganan sampah oleh masyarakat, misalnya, pembuatan biopori jumbo di 12 titik.
“Ini juga kami bahas, ternyata ada kesulitan mencari lahan untuk bikin biopori jumbo di 12 titik, akhirnya dialihkan dengan biopot yang tidak memakan lahan dan mudah diakses,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Ultimatum Iran, Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Dihancurkan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ikuti Salat Id di Sendangadi, Danang Maharsa Tekankan Gotong Royong
- Dinkes Bantul Siaga Risiko KLB dan Kasus Keracunan Saat Lebaran
- Posko Ramah Pemudik Gereja Aloysius Gonzaga Dibuka hingga H+5 Lebaran
- Dana Desa Tahap 1 Mulai Disalurkan April di Bantul
- Peternak Gunungkidul Dapat Santunan Saat Ternak Mati Mendadak
Advertisement
Advertisement








