PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Petugas Satpol PP Bantul memasangi tulisan peringatan ke sejumlah reklame yang dinilai melanggar perda pada Jumat (27/8/2021). /Istimewa- Dok Satpol PP Bantul
Harianjogja.com, BANTUL– Dua hari menjelang gelaran ASEAN Tourism Forum (ARF) di JEC, Satpol PP Bantul membongkar ratusan reklame liar tak berizin di wilayah ini.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Bantul, Kitri Suwondo, mengatakan pembongkaran reklame liar tersebut agar Bantul tampak bersih saat para tamu delegasi ATF yang notabene berasal dari berbagai negara di ASEAN datang.
"Pembongkaran reklame liar hari ini dalam rangka menyambut ATF. Dengan itu, mereka [para delegasi] akan membawa pulang kesan yang baik bahwa Jogja itu bersih. Tidak semrawut atau tidak kumuh," kata Kitri ditemui di sela-sela pembongkaran pada Selasa (31/1/2023).
Pembongkaran tersebut dimulai dari wilayah sekitar JEC pukul 09.00 WIB. Setelah JEC, Satpol PP bergerak ke arah simpang empat Rejowinangun, lalu ke simpang empat Ketandan.
Kata Kitri, Satpol PP Bantul juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul. DLH bertugas membersihkan sampah di jalanan.
"Sampah yang ada di jalanan itu jadi ketugasan DLH Bantul, kami sudah berkoordinasi sebelumnya bersama Dinas Pariwisata juga. Jumlah reklame ini tadi yang kecil-kecil ya ada lah kalau seratusan," katanya.
BACA JUGA: Lowongan Kerja Nih Lurs...DIY Butuh Ribuan Satpam
Kitri menjelaskan jawatannya akan ikut dalam pengamanan post-tour ATF 2023 di beberapa destinasi di Bantul.
"Tiap destinasi yang mereka kunjungi akan kami tempatkan empat personil Satpol PP," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidul Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan pihaknya telah mengirimkan dua armada untuk membersihkan sampah-sampah di jalanan. Terutama di sepanjang badan jalan ring road timur yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.