Inklusi Keuangan DIY 98,74%, Literasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, peringkat kedua nasional. OJK masih fokus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Petugas sedang membuang sampah di depo Nologaten, Selasa (7/2/2023). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Harianjogja.com, SLEMAN — Depo sampah di Kabupaten Sleman masih menerima sampah yang dibuang masyarakat secara perorangan meski bukan domisili Sleman.
Salah satu driver di depo sampah Nologaten, Ales mengatakan pembuangan sampah perorangan akan diterima jika hanya sesekali, apabila setiap hari akan ditolak.
Berbeda dengan depo sampah Kota Jogja, seperti di lapangan Karang Kotagede. Di depo tersebut mulai ada pencatatan. Masyarakat yang membuang sampah akan ditanya domisilinya. Jika masuk Bantul meski lebih dekat ke kota akan diarahkan membuang ke Bantul.
"Kalau ada yang bawa satu sampai dua tas plastik enggak setiap hari pas lewat ya enggak masalah. Kalau setiap hari gak boleh. Soalnya retribusi kami gak bisa itung," ucapnya ditemui di depo sampah Nologaten, Selasa (7/2/2023).
BACA JUGA: Masalah Sampah Tak Kunjung Usai, Masyarakat Perlu Memilah Sampah di Rumah
Dia menjelaskan sampah ke depo Nologaten biasanya diangkut menggunakan gerobak. Di mana gerobak yang membuang sampah ke depo sudah tercatat dengan ukuran gerobak yang telah ditentukan.
"Gerobak diukur berapa tinggi dan lebarnya. Tinggal ngasih kubikasi, nah jadi retribusi. Dicatat tetapi kami gak mencatat setiap hari karena kami sudah sudah hafal bapaknya [pengangkut sampah] dan dari mana," jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani menyampaikan terkait pencatatan masih akan dibicarakan dengan seksi persampahan, Kabid dan UPT Persampahan "Saya harus bicarakan dulu," kata Epi.
Bangun TPST
Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya menyampaikan satu Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) akan terbangun tahun ini, berlokasi di Tamanmartani, Kapanewon Kalasan. Sementara untuk TPST di Minggir belum jadi dibangun karena anggaran di-cancel dari Pemerintah Pusat.
"Kan ngragati [yang membiayai] Pusat. Kalau di Kalasan kan APBD jalan terus, mudah-mudahan tahun ini bisa selesai," harapnya.
Menurutnya ada empat TPST yang akan dibangun, yakni di Caturtunggal, Turi, Minggir, dan Kalasan. Untuk TPST di Minggir menurutnya tempatnya sudah ada. "Sebenarnya kalau lancar ya dua [TPST] karena DAK nya mandek ya kami bicara lagi. Dari Kementerian PU."
Lebih lanjut Harda menyampaikan, ke depan akan ada teknologi pengolahan sampah yang disiapkan. Sampah akan diolah sehingga residunya bisa ditekan.
"Kalau berkaca dari volume sampah gak bisa secara masif, oh berkurang sekian karena bergantung pada perilaku masyarakat," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, peringkat kedua nasional. OJK masih fokus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Gempa susulan Flores mencapai 7.029 kejadian hingga 25 Agustus 2026. Gempa M4,1 kembali mengguncang Manggarai pagi ini.
Tiga pesawat TNI AU membawa 31 ton bantuan untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui Labuan Bajo dan Maumere.
Donyell Malen mencetak hattrick saat AS Roma membantai Fiorentina 4-0. Roma pun langsung memuncaki klasemen Liga Italia.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.