Tiang PJU Jogja Diusulkan Jadi Smart Pole, Ini Manfaatnya
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Gusti Kanjeng Ratu Hemas/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA–Aksi klitih yang terjadi di Kawasan Titik Nol Kilometer pada Selasa, (7/2/2023) sempat viral. Menanggapi peristiwa tersebut Anggota DPD Dapil DIY sekaligus Permaisuri Kraton Jogja Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengimbau agar orang tua mengawasi anaknya.
Menurutnya, peran penting orang tua diperlukan untuk dapat mengatasi permasalahan klitih di DIY. “Sebagai orang tua harus waspada dan mengawasi anak-anak ini, dan bagi orang tua yang sudah single mother, selain tugas ibu mencari nafkah sendiri, juga mengawasi,” katanya," Kamis (9/2/2023).
GKR Hemas menyampaikan akhir-akhir ini marak dugaan klitih yang melibatkan remaja, serta percobaan penculikan, sehingga menurutnya orang tua perlu juga memberikan perhatian terhadap anaknya. “Perhatian kepada anak ini penting, tidak hanya kekerasan, tapi penculikan juga ada,” katanya.
BACA JUGA: Tak Hanya Malioboro, Kawasan Tugu Jogja Sampai Panggung Krapyak Juga Akan Ditata Ulang
Dia pun berharap dugaan aksi klitih tersebut dapat diselesaikan,”Semoga dengan adanya peristiwa kemarin, dan sudah diidentifikasi dan ditangkap polisi, semoga ini bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka asal Jayapura, menjadi pembawa baki bendera saat penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka.
DPMPTSP Kota Jogja meluncurkan Katalog Data untuk mempermudah akses informasi perizinan, nonperizinan, OSS, dan investasi secara digital.
Petani muda Rejo Farm di Sleman menghias ratusan melon dengan tema pejuang merah putih untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sri Sultan HB X menegaskan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran harus menjadi laku bangsa dalam membangun Indonesia.
BGN menutup 1.300 SPPG yang tidak memenuhi standar keselamatan pangan dan menyiapkan test kit kimia untuk mendeteksi racun.