Advertisement

Ini Kendala Pengembangan Hutan Mangrove di Bantul

Jumali
Kamis, 09 Februari 2023 - 14:57 WIB
Jumali
Ini Kendala Pengembangan Hutan Mangrove di Bantul Penanaman mangrove dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) oleh Forum Pewarta Bantul (FBP) di kawasan hutan mangrove Baros Kalurahan Tirtohargo, Kretek, Kamis (9/2/2023) - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, KRETEK—Berbagai kendala menjadi pengembangan kawasan hutan mangrove di Bantul. Dari 15 hektare lahan yang tersedia di Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, saat in baru 3,5 hektare termanfaatkan menjadi kawasan hutan mangrove.

BACA JUGA: Penambangan di Muara Sungai Opak Ancam Hutan Mangrove

Advertisement

Seksi Konservasi Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Wawan Widia Ardi Susanto mengatakan ada berbagai penyebab yang membuat penanaman mangrove sejak 2003 hanya mampu mencapai 3,5 hektare. Salah satunya adalah abrasi dan kerap berpindah-pindah muara yang mempertemukan sungai Opak dan laut selatan Jawa.

"Ini membawa pengaruh kepada pertumbuhan mangrove. Sebab, setiap tanaman yang ada di depan muara akan terhempas ombak setiap harinya," kata Wawan, di sela-sela penanaman mangrove dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) oleh Forum Pewarta Bantul (FBP), Kamis (9/2/2023)

Oleh karena itu, Wawan mengungkapkan, pihaknya memasang strategi untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satunya adalah setiap penanaman mangrove dengan jumlah besar dilakukan di sisi barat Baros. Untuk jenis mangrove yang ditanam dipilih Rhizophora dan Avicennia  untuk mencegah abrasi.

"Ini untuk menghindari munculnya muara yang menjadi pintu masuknya aliran sungai ke laut. Selain mempertimbangkan tingkat abrasi dan keberadaan sampah," jelasnya.

Wawan mengaku sampai kini dirinya bersama dengan teman-temannya tidak putus asa. Mereka terus menanam magrove dengan menggandeng sejumlah pihak. "Kami manfaatkan program CSR baik dari dinas maupun pihak swasta," ucapnya.

Ketua FPB Sukro Riyadi mengungkapkan ada ratusan mangrove yang ditanam hari ini. "Harapannya mangrove ini bisa membantu memperluas kawasan hutan mangrove di Tirtohargo," katanya.

Wakil Bupati Bantul Joko B. Purnomo berharap agar pengembangan kawasan hutan mangrove di Bantul terus digencarkan. Karena dapat mencegah abrasi dan melindungi lahan pertanian di sekitarnya. Selain itu, Joko juga melihat saat ini Baros menjadi salah satu objek wisata di Bantul dan berpotensial untuk dikembangkan.

"Harapannya nanti pemerintah setempat bisa bersinergi dengan Pemkab Bantul. Sehingga pada saatnya nanti Baros, Tirtohargo bisa menjadi salah satu destinasi wisata besar dan memberikan manfaat ke warga sekitar," harap Joko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mensesneg Diminta Segera Merampungkan Dokumen Keppres IKN Sebelum Pelantikan Prabowo-Gibran

News
| Senin, 22 Juli 2024, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement