Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Warga saat bekerjabakti membersihkan material longsor yang menutup akses jalan akibat hujan deras yang mengguyur pada Sabtu sore. Foto diambil Minggu(12/2/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawen sejak Sabtu (11/2/2023) sore mengakibatkan longsor dan jalan retak di Dusun Kaliwuluh, Jurangjero, Ngawen. Ada lima keluarga yang terancam longsor dari jalan yang ambles karena lokasi tempat tinggal ini berada di bawahnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sumadi menyatakan sudah menerjunkan personel ke lokasi longsor dan jalan ambles di Dusun Kaliwuluh, Jurangjero. Longsor terjadi pada Sabtu petang usai terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Longsor sempat menutup akses jalan di kawasan di Kaliwuluh,” katanya saat dihubungi wartawan, Minggu (12/2/2023).
BACA JUGA : Bencana Longsor di Jogja Naik Berlipat dalam 5 Tahun
Menurut dia, hujan deras tidak hanya menyebabkan longsor. Pasalnya, di sekitar lokasi juga ada retakan jalan yang bisa mengancam rumah warga.
Hasil pantauan lapangan ada lima kepala keluarga yang terancam karena jalan retak tersebut. Hal ini dikarenakan lokasi rumah warga berada tepat di bawah jalan. “Walau terancam, tapi hingga sekarang tidak ada yang mengungsi karena masih relatif aman,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dusun Kaliwuluh, Suwardi. Menurut dia, untuk tebing setinggi tiga meter yang longsor sudah mulai dibersihkan oleh warga pada Minggu pagi. “Kami kerja bakti untuk membersihkan material longsor agar jalan bisa dilalui,” kata Suwardi.
Meski demikian, lanjut dia, masih ada ancaman lain karena jalan di sekitar lokasi retak sepanjang 40 meter. Adapun kondisinya sudah miring dan ada penurunan permukaan jalan sekitar 10-15 centimeter.
“Ini yang jadi masalah karena di samping jalan ada rumah warga yang lokasinya lebih rendah sehingga kondisinya menjadi terancam,” katanya.
BACA JUGA : Empat Pekerja Proyek Tertimbun Longsor, Satu Meninggal
Dia berharap kepada pemkab untuk segera memperbaiki karena statusnya merupakan jalan kabupaten. Suwardi meminta agar amblesan bisa diapal atau dicor beton agar lebih kuat.
Selain itu, juga diharapkan dibuat talut di sekitar jalan yang retak sehingga aman dilalui dan tidak semakin rusak akibat hujan. “Ya kalau terus dibiarkan takutnya bisa ambrol dan material di jalan bisa mengenai rumah warga. Tapi, harapannya tidak terjadi asalkan bisa segera diperbaiki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.