Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Petugas pengukur dari Satgas A melakukan pengukuran bidang terdampak pembangunan jalan tol Joglo di Jobohan, Bokoharjo, Prambanan, Senin (19/10/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembayaran uang ganti rugi pembantunan tol Jogja Solo di Prambanan, Sleman masih menuai polemik. Pasalnya hingga saat ini, sejumlah warga belum mendapat kepastian kapan ganti rugi dicairkan.
Warga terdampak tol Jogja Solo di wilayah Jobohan, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, kembali tidak mendapat kepastian pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR). Padahal, sudah ada surat persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Salah satu warga Jobohan terdampak tol, Yan Ari, menjelaskan warga sudah senang saat menerima email dari LMAN yang berisi persetujuan pembayaran UGR bagi warga Jobohan, pada 6 Januari lalu. Namun setelah itu, hingga saat ini belum ada informasi lagi kapan pastinya UGR akan dibayarkan.
Di Bokoharjo ada sekitar 168 bidang yang terdampak tol. Pada 6 januari lalu, pemilik dari 49 bidang mendapat email dari LMAN, namun belum dicairkan. Sementara 119 sisanya belum mendapatkan email atau surat persetujuan pembayaran tersebut.
Berdasarkan keterangan LMAN saat ditanyakan terkait 119 bidang yang belum mendapat email itu, saat ini masih dalam proses penerbitan surat persetujuan pembayaran. “Harapan kami ya kalau memang 49 sudah beres ya dicairkan dulu, sembari menunggu yang berproses di LMAN,” ujarnya, Senin (13/2/2023).
BACA JUGA: Tok! Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati
Warga kata dia, sudah mencoba mengkonfirmasi perihal surat pembayaran tersebut dan menanyakan tindaklanjut pembayarannya kepada beberapa pihak, namun tidak mendapat jawaban jelas. “LMAN menganjurkan koordinasi dengan PPK, PPK lempar ke BPN [Badan Pertanahan Nasional DIY], BPN balik lempar lagi ke PPK,” ungkapnya.
Padahal, warga hanya ingin mengetahui kapan pencairan UGR dapat dilaksanakan dan jika memang ada kekurangan maka akan segera dilengkapi. “Dimana kurangnya biar kita yang merasa kurang bisa segera melengkapi,” kata dia.
Warga Jobohan pada Desember 2022 lalu sempat memasang spanduk protes karena lamanya pencairan UGR yang mencapai tiga tahun. Spanduk itu dilepas saat warga mendapatkan email dari LMAN pada 6 Januari lalu. Namun sekarang warga kembali tidak mendapat kejelasan.
Sementara itu, Harian Jogja mencoba menghubungi PPK pembebasan lahan tol Jogja Solo, namun belum mendapat respons.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Tim voli putra Indonesia mengalahkan Kirgiztan 3-0 di Asian Games 2026. Laga melawan Iran menjadi penentu peluang lolos ke fase berikutnya.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berjalan lancar. Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga demi kemajuan kalurahan.
HP lipat kini punya layar mendekati tablet mini. Namun, apakah foldable benar-benar bisa menggantikan tablet untuk hiburan dan pekerjaan?