Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Ilustrasi aktivitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Wacana membuat jalur penghubung antara Pelabuhan Sadeng dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) disambut baik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul.
Diharapkan sebelum program dijalankan disertai dengan kajian yang mendalam karena di sekitar pelabuhan ada bentang karst yang masuk kawasan lindung.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidu, Wahid Supriyadi mengaku belum tahu wacana menyambungkan JJLS dengan Pelabuhan Sadeng. Meski demikian, dia mendukung penuh wacana ini untuk mengoptimalkan hasil laut di kawasan tersebut.
Dia menjelaskan, Pelabuhan Sadeng merupakan sentra penghasil ikan utama di Gunungkidul. Sebagai gambaran di 2022 lalu, hasil tangkapan laut mencapai 3.941 ton.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Wacanakan JJLS Nyambung ke Pelabuhan Sadeng
Jumlah paling banyak disumbangkan hasil tangkapan dari Sadeng yang telah memiliki fasilitas lengkap. Total dalam setahun di Pelabuhan Sadeng mampu menangkap ikan sebanyak 3.318 ton. “Makanya kami mendukung adanya rencana menyambungkan pelabuhan dengan JJLS agar aksesnya bisa lebih mudah,” katanya.
Menurut dia, dengan akses yang lebih mudah maka upaya pengembangan di Pelabuhan Sadeng bisa lebih maksimal. Meski demikian, Wahid mengatakan, sebelum dilaksanakan harus disertai dengan kajian yang mendalam.
Kajian diperlukan menyangkut bentang alam karts yang masuk kawasan lindung sehingga peruntukannya tidak bisa diubah dengan sembarangan. “Di sana ada bentang karts dan juga lembah sungai Bengawan Solo purba,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Bappeda Gunungkidul berencana membuat program menyambungkan Pelabuhan Sadeng dengan JJLS.
Kepala Bidang Perencanaan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Agus Sugiarto mengatakan, untuk realisasi program ini, pemkab terus berkoordinasi dengan Pemerintah DIY karena kewenangan pengelolaan Pelabuhan Sadeng berada di provinsi.
Agus mengungkapkan, pembahasan masih dalam perencaan awal sehingga prosesnya masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Tujuan membuka akses yang nyambung antara JJLS dengan Pelabuhan Sadeng untuk mengoptimalkan potensi perikanan di kawasan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.