Hanya Satu Calon, Pendaftaran Pilur di Gunungkidul Akan Diperpanjang
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Ilustrasi aktivitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Wacana membuat jalur penghubung antara Pelabuhan Sadeng dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) disambut baik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul.
Diharapkan sebelum program dijalankan disertai dengan kajian yang mendalam karena di sekitar pelabuhan ada bentang karst yang masuk kawasan lindung.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidu, Wahid Supriyadi mengaku belum tahu wacana menyambungkan JJLS dengan Pelabuhan Sadeng. Meski demikian, dia mendukung penuh wacana ini untuk mengoptimalkan hasil laut di kawasan tersebut.
Dia menjelaskan, Pelabuhan Sadeng merupakan sentra penghasil ikan utama di Gunungkidul. Sebagai gambaran di 2022 lalu, hasil tangkapan laut mencapai 3.941 ton.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Wacanakan JJLS Nyambung ke Pelabuhan Sadeng
Jumlah paling banyak disumbangkan hasil tangkapan dari Sadeng yang telah memiliki fasilitas lengkap. Total dalam setahun di Pelabuhan Sadeng mampu menangkap ikan sebanyak 3.318 ton. “Makanya kami mendukung adanya rencana menyambungkan pelabuhan dengan JJLS agar aksesnya bisa lebih mudah,” katanya.
Menurut dia, dengan akses yang lebih mudah maka upaya pengembangan di Pelabuhan Sadeng bisa lebih maksimal. Meski demikian, Wahid mengatakan, sebelum dilaksanakan harus disertai dengan kajian yang mendalam.
Kajian diperlukan menyangkut bentang alam karts yang masuk kawasan lindung sehingga peruntukannya tidak bisa diubah dengan sembarangan. “Di sana ada bentang karts dan juga lembah sungai Bengawan Solo purba,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Bappeda Gunungkidul berencana membuat program menyambungkan Pelabuhan Sadeng dengan JJLS.
Kepala Bidang Perencanaan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Agus Sugiarto mengatakan, untuk realisasi program ini, pemkab terus berkoordinasi dengan Pemerintah DIY karena kewenangan pengelolaan Pelabuhan Sadeng berada di provinsi.
Agus mengungkapkan, pembahasan masih dalam perencaan awal sehingga prosesnya masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Tujuan membuka akses yang nyambung antara JJLS dengan Pelabuhan Sadeng untuk mengoptimalkan potensi perikanan di kawasan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.