Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perbukitan di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, longsor akibat cuaca ekstrem pada Kamis (16/2/2023) sekitar 12.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi longsoran menutup akses warga di tujuh dusun di kawasan tersebut.
Lurah Tegalrejo, Sarjono, mengatakan longsor di jalan kabupaten yang menghubungkan Mertelu, Tegalrejo, dengan Hargomulyo ini sudah dilaporkan ke BPBD Gunungkidul. Warga dari tujuh dusun yang mengandalkan jalan ini untuk beraktivitas sehari-hari. Ketujuh dusun meliputi Ketelo, Gupit, Cremo, Ngipik, Hargosari, Soko, dan Batuturu.
“Biasanya lewat jalur yang ini, tetapi karena tertutup longsor, warga harus memutar sejauh enam kilometer,” kata Sarjono saat dihubungi, Kamis sore.
Menurut dia, longsoran tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga mengganggu aktivitas anak-anak sekolah.
“Jalur ini untuk akses dua SD dan TK PAUD. Kasihan anak-anak sekolah karena jalur yang ditempuh untuk sekolah jadi lebih jauh,” ungkapnya.
Sarjono berharap longsoran bisa segera ditangani sehingga aktivitas warga dapat kembali normal. “Mudah-mudahan tidak semakin parah,” katanya.
Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno, mengatakan hingga Kamis sore belum ada laporan terkait dengan korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Belum diketahui apakah ada korban dalam longsor ini. Kepala BPBD [Purwono] masih di lokasi untuk pengecekan,” katanya.
BACA JUGA: Waspada! BMKG Perpanjang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem hingga 18 Februari
Menurut Subarno, dampak dari longsor baru sebatas akses warga yang terputus. Jalan warga dipindahkan lewat Trembono yang lebih aman dan bisa dilewati.
“Harus memutar sekitar lima kilo meter dari biasanya. Ini dilakukan karena jalur yang biasa dilewati terputus karena tertimbun longsor,” katanya.
Bukti yang longsor memiliki ketinggian sekitar 100 meter dan lebar 80 meter. “Masih dalam proses asesmen untuk menentunkan upaya penanganan yang harus dilakukan,” kata Subarno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.