Sinergi Dua Ritel Lokal Jogja, ELS.ID x Super Dazzle Gejayan
ELS.ID resmi menggandeng Super Dazzle Gejayan dalam sebuah kolaborasi ritel perdana yang diluncurkan pada Jumat (17/7/2026). Langkah ini menyatukan keunggulan
Foto bersama seusai Sarasehan Masyarakat Tari Jogja yang diikuti para narasumber dan Kepala TBY Purwiati pada Senin (20/2/2023)./Harian Jogja
JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) berpartisipasi dalam penyelenggaraan Sarasehan Masyarakat Tari Jogja pada Senin (20/2/2023). Sarasehan tersebut membahas kreasi tari komedi dengan narasumber maestro tari Didik Nini Thowok, dosen seni tari ISI Jogja Setyastuti, dan koreografer tari komedi Agung Tri Yulianto.
Kepala TBY Purwiati menjelaskan tari komedi masih sedikit yang menggeluti. “Sebagai cabang seni, tari komedi punya nilai yang patut terus dikembangkan sehingga kami mendukung sarasehan ini,” katanya, Senin pagi.
Purwiati menyebut sarasehan ini mewadahi minat peserta yang kebanyakan generasi muda.
“Kebanyakan dari kampus Jogja dan ada luar Joga tentu ini akan menambah wawasan yang ada dan jadi ruang diskusi yang menarik karena langsung menghadirkan para maestronya langsung,” ujarnya.
Ruang saling tukar gagasan dalam sarasehan tersebut, jelas Purwiati, akan menumbuhkan semangat baru dalam mengkreasi tari komedi.
“Tari komedi tidak sembarangan komedi ada pakem-pakemnya juga, sehingga tidak hanya menghibur tapi juga turut melestarikan seni tari tradisi juga karena akarnya tetap dari sana,” jelasnya.
Didik Nini Thowok dalam paparan materinya menyebutkan tari komedi harus didasari dengan keterampilan tari yang baik. “Sehingga tidak sembarangan asal bikin komedi saja, selain itu memahami sejarah sebuah tari tradisi juga penting sebelum mengoperasikannya sebagai komedi,” katanya.
Pemahaman yang kuat akan tari tradisi, jelas Didik, akan semakin menguatkan hasil tari komedi.
“Termasuk ritus sebuah tarian sebelum digelar juga penting diketahui agar tidak sembarangan membawakannya, karena menyangkut hal spiritual sehingga riset harus matang juga untuk memulai tari komedi,” jelasnya.
Dalam pengalaman Setyastuti, mengkreasikan tari komedi persiapan yang dilakukan sangat serius. “Persiapannya serius tidak ada lucu-lucunya, tapi hasilnya harus lucu tentu ini juga bikin koreografer harus pandai,” katanya.
Tari komedi, jelas Setyastuti, memerlukan transformasi tubuh yang baik saat melakukannya. “Eksperimen tari komedi ini serius, menyangkut pengalaman ketubuhan yang harus selaras dengan niatnya yaitu menghibur jadi harus sungguh-sungguh juga,” ujarnya.
Agung Tri Yulianto sebagai perwakilan generasi muda yang berkreasi dalam tari komedi menjelaskan perlu kerja tim yang ketat dalam penampilan tari komedi. “Karakter yang dibawakan harus dijiwai agar tampilan komedinya menyatu dengan baik, bila ditampilkan dalam kelompok satu penari komedi gagal maka bisa menggagalkan seluruhnya jadi kekompakan penting dalam melakukan improvisasi,” jelasnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ELS.ID resmi menggandeng Super Dazzle Gejayan dalam sebuah kolaborasi ritel perdana yang diluncurkan pada Jumat (17/7/2026). Langkah ini menyatukan keunggulan
Sedang mencari HP gaming flagship terbaik 2026? Simak perbandingan Asus ROG Phone 9 Pro, RedMagic 11 Pro, iQOO 15, dan Samsung Galaxy S26 Ultra beserta kelebiha
Lewis Hamilton bagikan momen liburan bersama Kim Kardashian di rumah danau Idaho. Dari pelukan romantis hingga dukungan di masa duka, hubungan mereka kian seriu
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) memperkuat pembinaan generasi muda
Gedung Putih bela Argentina soal spanduk Falkland di Piala Dunia. Inggris marah, FIFA tertekan. Krisis diplomatik tiga negara memanas!
Putri KW kalah 21-9, 16-21, 14-21 dari Akane Yamaguchi di semifinal Japan Open 2026 usai 1 jam 5 menit perjuangan. Penampilan apiknya patut dibanggakan!