Dukung Kemandirian Difabel, Pemkab Gunungkidul Salurkan Alat Bantu
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Longsor jalan kabupaten di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, tidak akan diatasi dengan pembuatan jalan baru. Pemkab Gunungkidul menyebut pembuatan jalan bati butuh biaya besar.
Lurah Tegalrejo Sarjono mengatakan longsor menutup jalan yang biasa dilalui warga tujuh dusun pada Kamis (16/2/2023). Dia menyebut satu orang dari Pemkab Gunungkidul mengutarakan wacana pembuatan jalan baru agar longsor tidak mengganggu aktivitas warga.
“Katanya jalan yang ada sekarang tidak layak dan akan dibuat jalan baru,” kata Sarjono, Senin (20/2/2023).
Menurut dia, rencana ini membuat warga menjadi resah sehingga menolak ide tersebut. Sebab, jalan alternatif terlalu ekstrem sehingga berbahaya untuk keselamatan, khususnya bagi anak-anak sekolah.
“Warga hanya minta normalisasi agar jalan bisa dipergunakan kembali,” katanya.
BACA JUGA: Ini 7 Nama Calon Sekda DIY yang Ikut Seleksi Terbuka
Meski demikian, hingga sekarang normalisasi belum juga dilakukan dengan alasan kondisi tanah masih labil. “Sampai sekarang, warga harus memutar jalan yang jauhnya sekitar enam kilometer dari biasanya,” katanya.
Kepala Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan sudah mengecek bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul dan Bappeda. Di sekitar longsoran masih ada aliran air.
"Masih berbahaya kalau dikeruk,” katanya.
Dia memastikan tidak ada rencana pembuatan jalan baru sebagai pengganti jalan yang tertutup longsor. “Belum ada wacana membuat jalan baru,” katanya.
BACA JUGA: Cucu Pengusaha Kondang Jogja Morgan Onggowijaya Tulis Surat Penyesalan Atas Pembunuhan Kakeknya
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana. Menurut dia, sudah ada telaah mengenai longsor yang menutup jalan di Tegalrejo.
“Hasil sudah diserahkan kepada Sekda Gunungkidul,” katanya.
Wadiyana mengatakan, kecil kemungkinan untuk membuat jalan baru dikarenakan biaya yang dibutuhkan sangat mahal. Kemampuan keuangan dari Pemkab Gunungkidul masih sangat terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Benda merah menyala terlihat di langit Manisrenggo Klaten dan viral. Polisi mengecek dugaan benda tersebut merupakan rocket parachute flare.
Jajal LRT Jakarta bersama Prabowo, penyandang disabilitas, lansia, dan pelajar berbagi pengalaman soal aksesibilitas dan kenyamanan layanan.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Meta Description:Slemania, BCS, Brajamusti dan The Maident menandatangani komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas Super League 2026/2027.
JJLS Kelok 23 dinilai membuka peluang pengembangan wisata selatan DIY dengan mendorong kunjungan, okupansi hotel, dan belanja wisatawan.