Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul terus mematangkan rencana penyediaan bus sekolah. Bus tersebut menjadi upaya Dishub untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang kerap menimpa usia produktif.
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Prasarana Transportasi Dishub Bantul, Suyamto mengatakan bahwa jawatannya telah melakukan survei terhadap 400 pelajar di wilayah Bantul guna mengetahui jumlah permintaan terhadap penyediaan bus sekolah.
“Kami telah melakukan survei guna menentukan jumlah permintaan pelajar terhadap angkutan bus sekolah. Mengingat terdapat keterbatasan waktu dan tenaga dalam pelaksanaannya, maka dilakukan pengambilan sampel yang tepat agar dapat mewakili kondisi sesungguhnya di lapangan,” kata Suyamto ditemui di kantornya pada Kamis (23/2/2023).
Suyamto mengatakan dari 400 pelajar tersebut, 160 diantaranya berusia di atas 18 tahun, lalu 84 berusia 15-18 tahun, dan 156 orang berusia 10-15 tahun.
“Kemudian, sebanyak 36 itu pelajar SD, 156 pelajar SMP, untuk SMA ada 64, dan mahasiswa mencapai 144,” katanya.
Lebih lanjut Suyamto mengatakan bahwa hanya ada sebanyak empat dari total responden yang menggunakan angkutan umum bus untuk menuju ke sekolah. Paling banyak 348 orang mengaku menggunakan sepeda motor.
“Dari rekapitulasi survei wawancara terkait setuju atau tidaknya penyediaan bus sekolah, maka kami dapatkan sebanyak 93% atau 372 orang atau responden setuju penyediaan tersebut,” ucapnya.
Jelasnya, mengacu pada data tersebut, 108 orang mengharapkan bus sekolah dapat membantu pelajar sebagai moda transportasi, lalu 104 orang mengharapkan bus datang tepat waktu, dan 88 orang mengharapkan bus sekolah yang disediakan murah dan nyaman.
“Sisanya itu ada yang berharap bahwa dengan adanya bus sekolah, maka angka kecelakaan lalu lintas berkurang. Kesimpulannya dibutuhkan adanya bus sekolah untuk mengakomodir permintaan potensial dari para pelajar dan untuk mengurangi tingkat kepadatan pada ruas jalan di Kabupaten Bantul,” lanjutnya.
Suyamto berharap bahwa dengan pengadaan bus sekolah tersebut dapat mengurangi jumlah penggunaan kendaraan di Kabupaten Bantul khususnya pada waktu berangkat dan pulang sekolah. Terangnya, bangkitan dan tarikan pelajar terbesar di Kabupaten Bantul terletak di Kapanewon Bantul, Sedayu, dan Imogiri.
Katanya, terdapat beberapa rekomendasi yang harus dilakukan setelah proses perencanaan bus sekolah di Kapanewon Bantul, Imogiri, dan Sedayu yang mengacu pada jumlah bangkitan dan tarikan pelajar tertinggi di Kabupaten Bantul dilakukan.
“Setelah perencanaan itu, maka perlu adanya intervensi Pemerintah Daerah dalam hal pemberian subsidi full cost, subsidi sebagian, atau subsidi komponen Biaya Operasional Kendaraan (BOS). Hal ini diharapkan dapat membuat angkutan bus sekolah dapat kembali hidup dan berjalan sesuai dengan SPM [Standar Pelayanan Minimal] untuk meningkatkan pelayanan kepada pelajar di Bantul,” pungkasnya.
BACA JUGA: Klitih Muncul di Klaten! 2 Mobil Dilempari Batu, 1 Orang Terluka
Sebelumnya, Suyamto mengatakan bahwa bus sekolah tersebut utamanya akan diadakan untuk wilayah Imogiri – Palbapang, Sedayu – Palbapang. Tedapat beberapa alternatif rute yang dapat diambil seperti rute alternatif pertama yang melewati Palbapang, Gose, lalu ke Paseban, Bantul kota, kemudian Melikan lor, Cepit, Tembi, Sudimoro, Wonokromo, Trimulyo, Imogiri, terakhir ke Selopamioro. Estimasi jaraknya itu sekitar 23,5 kilometer
“Sementara rute alternatif kedua yaitu Palbapang, Trirenggo, lalu Bantul Timur, Melikan kidul, Manding, Jetis, Wonokromo, kemudian Trimulyo, Imogiri, terkahir Selopamioro. Estimasi jarak tersebut sekitar 27,5 kilometer,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.
Manajemen PSIM Jogja mengaku ingin kembali ke Stadion Mandala Krida, namun renovasi diperkirakan belum selesai musim depan.
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.
Menkeu Purbaya menilai pelemahan IHSG dan rupiah hanya sentimen jangka pendek karena fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
KPK memanggil Muhadjir Effendy sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, namun pemeriksaan ditunda.