Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, SLEMAN — Menindaklanjuti temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang adanya Sesar Mataram yang ada di jalur tol Jogja-Solo, PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) bakal mengkaji potensi gampa dan teknik konstruksi yang akan diterapkan.
BRIN mengumumkan temuan tersebut pada Rabu (22/2/2023). Wilayah yang dilewati Sesar Mataram berada di utara Candi Boko dan memanjang di sekitar Selokan Mataram. Sesar Mataram adalah kelanjutan Sesar Dengkeng yang melintas dari timur ke barat.
Humas JMM, Rachmat Jasiman, menjelaskan saat penyusunan desain Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulon Progo, JMM telah mengikuti regulasi terkini baik dari SNI ataupun regulasi lainnya yang berlaku.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol dan Direktorat Jenderal Bina Marga terkait penyusunan Dokumen Rencana Teknik Akhir,” ujarnya, Kamis (23/2/2023).
BACA JUGA: Belum Tentu Aktif, Temuan Awal Sesar Mataram di Jogja Bisa Picu Gempa Magnitudo 6,7
Mitigasi dampak kegempaan atau potensi adanya sesar di lokasi DIY yakni dengan melibatkan tenaga ahli kegempaan pada proses perencanaan Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulon Progo.
Untuk itu, JMM saat ini bekerja sama dengan Konsultan Indipendent Proof Check Engineer dari PT LAPI ITB. “Kami juga berdiskusi dengan Tenaga Ahli dari Pusat Studi Gempa Nasional [PuSGeN] untuk membantu mengevaluasi desain bangunan struktur kami jika nantinya dibangun dilingkungan yang berpotensi terdampak sesar,” katanya.
JMM telah mengambil data primer kegempaan dan geologi di sekitar trase jalan tol Jogja-Solo, sebagai dasar perhitungan perencanaan jalan tol. “Sehingga diharapkan konstruksi yang akan dibangun sudah dengan perhitungan dan mitigasi semua dampak-dampak yang dapat ditimbulkan oleh keberadaan sesar,” ungkapnya.
Untuk konstruki tahan gempa, ia mengatakan kemungkinan bisa menggunakan teknologi Lead Rubber Bearing (LBR) yang juga digunakan di sejumlah ruas jalan tol di Indonesia. “Bisa jadi menggunakan teknologi seperti itu,” kata dia.
LBR merupakan teknologi peredam gempa dalam bentuk bantalan karet inti timbal yang banyak digunakan dalam struktur jembatan. Beberapa jalan tol yang menggunakan teknologi ini di antaranya Jalan Tol Dalam Kota sepanjang Kelapa Gading-Pulo Gebang dan Jalan Tol Trans-Sumatera sepanjang Aceh-Lampung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Uni Eropa menawarkan satelit Copernicus untuk membantu pencarian korban gempa NTT M7,7 yang menewaskan 47 orang.
Prabowo paling sering menyebut kata Indonesia dalam pidato kenegaraan 2026, disusul rakyat, tahun, anak, sekolah, hingga BUMN.
Gempa 7,7 SR di Flores NTT menewaskan 38 orang. Pemerintah kirim 50.000 paket sembako dan kerahkan TNI untuk evakuasi korban.