Gunungkidul Anggarkan Rp3,39 Miliar untuk 180 Lampu Penerangan Jalan
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
Tanah ambles berbentuk lingkaran atau lubang atau sering disebut sinkhole muncul di ladang milik Sugiyanto, warga Dusun Sumberan, Kenteng, Ponjong, Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tanah ambles berbentuk lingkaran atau lubang atau sering disebut sinkhole muncul di ladang milik Sugiyanto, warga Dusun Sumberan, Kenteng, Ponjong, Gunungkidul. Di sekitar lokasi telah dipasangi garis polisi.
Fenomena ini muncul pertama kali pada 19 Februari 2023 lalu. Pada awalnya, tanah yang ambles hanya kecil tapi dikarenakan hujan yang terus turun, lubang semakin luas.
Kepala Dusun Sumberan, Ika Apriyani mengatakan sinkhole yang muncul membuat warga khawatir. Sebab, lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga.
"Memang berada di ladang, tapi lokasinya hanya berjarak sekitar 30 meter dari rumah warga," kata Ika saat dihubungi wartawan, Minggu (26/2/2023).
Menurut dia, kekhawatiran warga ini bukan tanpa alasan karena luas lubang terus bertambah. Diperkirakan diameter sinkhole sudah mencapai tujuh meter.
"Pada awalnya masih kecil, tapi sekarang sudah bertambah. Untuk kedalamannya antara dua hingga tiga meter," ungkapnya.
BACA JUGA: Mario Dandy Satriyo Lulusan SMP di Jogja, Begini Kesaksian Para Guru tentang Perilakunya
Ika memastikan dampak dari tanah ambles ini baru sebatas tanaman padi gogo yang rusak karena ikut lenyap seiring munculnya fenomena tersebut. Kejadian ini juga sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib maupun tim dari BPBD Gunungkidul.
Di sekitar lokasi juga sudah dipasang garis polisi. Warga pun diimbau untuk tidak mendekati lubang.
"Sudah dicek sekalian pasang garis polisi. Mudah-mudahan segera ada langkah untuk penanganan," katanya.
BACA JUGA: Rusak Akibat Proyek Tol Jogja-Bawen, Ruas Jalan Tempel-Dekso Akan Ditingkatkan Kapasitasnya
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, saat dikonfirmasi belum bisa berkomentar secara mendetail. Ia baru menerjunkan personel guna mengecelokasi kejadian.
Purwono mengakui fenomena sinkhole bukan hal yang baru karena sudah biasa terjadi, khususnya pada musim hujan.
"Di kawasan karst sudah biasa. Tapi, harus tetap waspada. Saat ada amblesan warga diminta tidak beraktivitas di sekitar lokasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
SPPG Banjarharjo II di Muntuk, Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak 19 Oktober setelah melengkapi kebutuhan tenaga inti.
Pemkab Bantul menyiapkan pemindahan rute jeep wisata dari zona inti ke zona penyangga Gumuk Pasir untuk menjaga kelestarian bentang alam barchan.
Kementerian PKP menargetkan bedah 10.300 rumah tak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.