Peneliti UGM Petakan 3 Kategori UMKM, Ini Kunci Naik Kelas
Peneliti UGM Eddy Kiswanto memetakan tiga kategori UMKM dan mendorong transformasi dari survival menjadi wealth creator.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Nasib nahas dialami oleh Purwo Winoto, petani asal Bumirejo, Lendah, Kulonprogo, Senin (27/2/2023) pagi.
BACA JUGA: Iringan Moge Tabrak Warga Kulonprogo
Pria berusia 73 tahun ini ditemukan meninggal dunia saat menjalani olahraga jalan pagi. Kakek tersebut diduga jadi korban tabrak lari di Jalan Kenteng-Cangakan, tepatnya di Padukuhan Ngipik, Bumirejo, Lendah. Korban mengalami cedera berat di kepala sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengungkapkan kejadian tersebut terjadi pada pukul 05.00 WIB. Awalnya, korban tengah melakukan olahraga jalan pagi. Korban berjalan di area Padukuhan Ngopi, Bumirejo, Lendah dari arah selatan ke utara.
"Sesampainya di TKP, korban diduga bermaksud berputar arah menyebrang. Bersamaan itu diduga ada kendaraan dari arah selatan ke utara dengan nomor polisi yang tidak diketahui menabrak korban," kata Novi.
Atas insiden nahas tersebut, korban mengalami pendarahan di bagian kepala dan lecet-lecet di bagian kaki, sebelum akhirnya meninggal dunia.
Sampai kini, kepolisianmelakukan penyelidikan dan memburu pelaku tabrak lari. "Kejadian ini masih didalami dan pelaku tabrak lari masih dalam penyelidikan personel Satlantas Polres Kulonprogo," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti UGM Eddy Kiswanto memetakan tiga kategori UMKM dan mendorong transformasi dari survival menjadi wealth creator.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.