Advertisement

DIY Gandeng Sumatra Barat dan Bangka Belitung untuk Tegakkan Kedaulatan

Media Digital
Kamis, 02 Maret 2023 - 06:47 WIB
Budi Cahyana
DIY Gandeng Sumatra Barat dan Bangka Belitung untuk Tegakkan Kedaulatan Talkshow, teatrikal, dan Peluncuran Buku Hari Penegakan Kedaulatan Negara bertajuk Jembatan Emas Tiga Daerah: Yogyakarta -Bangka-Sumatera Barat Menegaskan Kedaulatan Negara (1948-1949) di Aula Disbud DIY Rabu (1/3/2023). - Harian Jogja

Advertisement

JOGJA—Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN) RI 2023.

Dalam peringatan HPKN tersebut Disbud DIY bekerja sama dengan Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatra Barat dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Advertisement

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyampaikan jalinan kerja sama DIY, dengan Bangka Belitung dan Sumatra Barat telah berlangsung sejak masa lalu dalam menegakkan kedaulatan negara.

Dian menyampaikan sejarah merupakan suatu komponen penting dalam dalam pendidikan wawasan kebangsaan. Menurutnya, dengan mempelajari sejarah dapat meneguhkan untuk mencapai cita-cita bangsa dan tujuan negara.

Menurutnya peringatan HPKN 2023 yang dilakukan dengan tiga provinsi secara live streaming menunjukkan satu nilai bahwa hari besar nasional peringatan 1 Maret 1949 bukan hanya milik di DIY, tetapi milik seluruh Bangsa Indonesia sebagai hari besar nasional. Menurutnya, peristiwa 1 Maret 1949 menunjukkan suatu nilai penting yang bermakna adanya kesatuan seluruh elemen masyarakat dari penjuru Indonesia untuk menunjukkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dari sinilah kami melihat bahwa peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 sangatlah pas untuk kita rayakan bersama,” katanya dalam Talkshow, Teatrikal dan Peluncuran Buku Hari Penegakan Kedaulatan Negara bertajuk Jembatan Emas Tiga Daerah: Yogyakarta -Bangka-Sumatra Barat Menegaskan Kedaulatan Negara (1948-1949) di Aula Disbud DIY Rabu (1/3/2023).

Menurut Dian dalam peristiwa peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 menunjukkan persatuan bangsa Indonesia. “Peristiwa ini sangatlah bermakna, karena ketika Republik Indonesia belum lahir, Bangsa Indonesia, rakyatnya bersatu padu bahu membahu menyelamatkannya,” ucapnya.

Dian berharap jalinan kerja sama antarketiga provinsi tersebut dapat terus berlangsung ke depan. “Jalinan kerja sama ini karena kita memiliki suatu kesatuan koneksi historis yang menguatkan upaya-upaya kita dalam menegakkan kedaulatan negara sekarang dan ke depan,” katanya.

"Semoga cita-cita para founding fathers dalam menegakan kedaulatan berarti tepat menyadarkan kembali kita tentang cita-cita Beliau. Mengingat dan menyadarkan kita tentang nilai penting Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Bendera Merah Putih mampu dimaknai kedepannya,” ujarnya.

Dalam talkshow ada peluncuran buku sebagai penanda satu tahun peringatan HPKN pasca terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) No.2/2023 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Ada pula teatrikal dari tiga provinsi yakni dari DIY yang menampilkan Agresi Militer Belanda II, penangkapan pemimpin Bangsa Indonesia hingga pengasingan, Serangan Umum 1 Maret 1949 dan Jogja Kembali, kemudian dari Bangka Belitung menampilkan pengasingan pemimpin Bangsa Indonesia hingga 1 Maret 1949 sedangkan dari Sumatra Barat menampilkan pembentukan Pemerintah Darurat RI.

Masa Revolusi

Sejarawan UGM, Sri Margono selaku editor buku tersebut menyampaikan masih banyak fakta yang belum terungkap untuk memahami Indonesia masa revolusi, antara lain kehidupan pemimpin Bangsa Indonesia selama pengasingan di Bangka. Dalam buku tersebut, fakta terkait dengan kehidupan pemimpin bangsa Indonesia selama pengasingan dapat dipahami.

"Ini adalah periode penting yang menghubungkan Bukit Tinggi Sumatra Barat, Bangka dan DIY. Komunikasi tiga provinsi inilah disebut jembatan emas yang menghubungkan dalam menegakan kedaulatan negara yang diungkapkan dalam buku ini,' ucapnya.

Kegiatan peringatan HPKN 2023 diselenggarakan pula di tiap kabupaten/kota di DIY. Disbud Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan Talkshow Peringatan Hari Besar Sejarah Serangan Oemoem 1 Maret dengan tajuk Semangat Juang Menegakkan Kedaulatan Negara, kemudian Disbud Kabupaten Bantul menyelenggarakan pentas kolaborasi, teatrikal, tari, dan keroncong untuk memperingati Peristiwa Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 serta Lomba Baca Puisi Sejarah dan webinar bertajuk Peringatan Peristiwa Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, sedangkan Disbud Kota Jogja menyelenggarakan Fun Vlogger Run bertajuk Lawatan Sejarah Memori Serangan Umum 01 Maret, Disbud Kabupaten Sleman juga mengadakan kejuaraan lomba mural, dan pameran lukisan untuk memperingati hari tersebut, ada pula Ngobrolin Jogja bertajuk Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Republik Indonesia 2023. Disbud DIY juga menyelenggarakan malam tirakatan pada malam 1 Maret 2023.

Inspirasi Peradaban

Sementara itu, Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN) dapat menjadi inspirasi peradaban dalam membangun Indonesia dan masyarakat yang sejahtera dan berbudaya. Didukung dengan penyelenggaraan negara yang bekerja cerdas dan berkeadilan, pendidik dan pelajar yang kreatif dan ikhlas berlandaskan keilmuan, rohaniawan yang mengamalkan kesalehan ritual dan kesalehan publik, wirausahawan yang inovatif, dan kreativitas warga.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengutarakan hal demikian saat bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2023 DIY pada Rabu (1/3) di Stadion Mandala Krida.

Sri Sultan mengatakan Serangan Umum 1 Maret 1949, merupakan salah satu momentum bersejarah pergerakan kemerdekaan dengan DIY sebagai episentrumnya.

“Saat ini, sejarah tersebut kian bermakna bagi Bangsa Indonesia, seiring diterbitkannya Keputusan Presiden No.2/2022, tentang penetapan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara,” ucap Sri Sultan.

Merujuk pada kilas balik sejarah, Sri Sultan menuturkan peristiwa 1 Maret 1949 adalah sebuah upaya perlawanan anak bangsa, sekaligus upaya membuka mata dunia internasional yang menunjukkan Indonesia memang masih ada. Atas perlawanan tersebutlah, Dewan Keamanan PBB mendesak Belanda agar kembali berunding pasca melancarkan Agresi Militer-nya yang kedua, hingga pada akhirnya dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

“Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara juga memiliki makna Persatuan Indonesia, merefleksikan bersatunya berbagai elemen bangsa, dalam melawan tirani penjajahan. Sehingga hari ini, dapat pula dimaknai sebagai refleksi semangat rakyat, yang senantiasa menunjukkan keberanian dan ketangguhan dalam gelora Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami,” kata Sri Sultan.

Peringatan HPKN 2023, selayaknya dimulai dengan peresapan batin selaras dengan Liring Pangastuti Trusing Tyas di mana hati sanubari dan cakrawala pikiran memang harus dibuka seluas-luasnya. Hal tersebut agar HPKN dapat menjadi suluh penerang dan inspirasi dalam mencintai tanah air Indonesia.

Setelah meresapi makna dan esensi yang melingkupinya, HPKN harus pula ditafsirkan secara rasional. Melalui berbagai karya nyata karena rasionalitas lebih tepat menyikapi berbagai dinamika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Jadi Tersangka KPK, Begini Tanggapan Cak Imin

News
| Rabu, 17 April 2024, 07:57 WIB

Advertisement

alt

Sambut Lebaran 2024, Taman Pintar Tambah Wahana Baru

Wisata
| Minggu, 07 April 2024, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement