Desil Warga Tiba-tiba Naik, Dinsos DIY Ungkap Penyebabnya
Dinsos DIY mengungkap penyebab desil warga berubah, termasuk penambahan sumber data DTSEN dan cara mengajukan perbaikan
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun klimatologi Sleman memperkirakan hujan lebat masih akan mengguyur wilayah DIY dua sampai tiga hari ke depan.
BACA JUGA: Lokasi Rawan Genangan Air di Jogja dan Sekitarnya
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan pergerakan Monsun Asia/angin baratan yang membawa uap air hangat dan lembab dalam intensitas kuat di atas wilayah Jawa khususnya DIY.
Pergerakan Monsun Asia berasal dari barat dengan dominansi sifat basah. Alhasil, dalam beberapa hari ini pola angin di atas wilayah DIY terdapat pertemuan angin atau konvergensi yang memicu terjadinya hujan lebat.
"Pertumbuhan awan-awan konvektif pemicu hujan lebat hingga sangat lebat. Diperkirakan akan berlangsung dalam dua sampai tiga hari ke depan," ucapnya dihubungi, Kamis (2/3/2023).
Menurutnya berdasarkan monitoring perkembangan iklim di wilayah DIY pada dasarian III Februari 2023, secara umum wilayah DIY masih dalam periode musim hujan. Diperkirakan sepanjang Maret 2023 curah hujan akan terjadi dengan kriteria menengah sampai tinggi.
"Masyarakat dihimbau agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir bandang, banjir genangan pada dataran rendah di kawasan perumahan maupun lahan pertanian atau perkebunan," ungkapnya
Bagi para petani diimbau untuk mulai menyiapkan pola tanam sesuai dengan kondisi tersebut agar tidak mengalami gagal panen.
"Senantiasa memperbarui informasi iklim di wilayah DIY melalui media sosial BMKG," jelasnya.
Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA Romadi menyampaikan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer mengidentifikasi potensi curah hujan masih tinggi. Diperkirakan dua sampai tiga hari ke depan masih akan diguyur hujan.
Potensi hujan dan angin kencang pada Kamis (2/3/2023) diperkirakan terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Sementara pada Jumat, (3/3/2023) potensi hujan diperkirakan terjadi di Sleman, Kota Jogja, Bantul bagian Utara, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos DIY mengungkap penyebab desil warga berubah, termasuk penambahan sumber data DTSEN dan cara mengajukan perbaikan
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.