Kendala Gawai dan Jaringan Hambat Aktivasi IKD di Gunungkidul
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan bakal memperbaiki tujuh sekolah dasar (SD) rusak di Gunungkidul tahun ini. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp3,8 miliar.
Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Taufik Aminudin mengatakan, upaya perbaikan sekolah rusak di Gunungkidul terus dilakukan hingga sekarang. Meski demikian, belum semua sekolah bisa diperbaiki karena tahun ini baru tujuh SD yang memeroleh program perbaikan.
“Memang anggaran yang dimiliki masih sangat terbatas,” kata Taufik, Selasa (6/3/2023). Dia menjelaskan, ada lima sekolah yang diperbaiki menggunakan Dana Alokasi Khusus dari Pemerintah Pusat. Adapun dua sekolah lainnya menggunakan Dana Alokasi Umum yang dimiliki Pemkab Gunungkidul.
Total anggaran yang dialokasikan jumlahnya mencapai sekitar Rp3,8 miliar. Ketujuh sekolah yang akan diperbaiki di antaran SD Negeri Sambeng 1; SDN Wotawati; SD Muh Kuwon; SDN Klayar dan SD Kenteng 2.
“Masih proses dan diharapkan bisa selesai sebelum akhir tahun,” katanya. Taufik menambahkan, perbaikan sekolah rusak terus dilakukan. Program ini sebagai upaya memenuhi standarisasi pelayanan minimial serta memberikan rasa aman bagi murid sekolah pada saat proses belajar mengajar di kelas.
“Tentunya kami tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Makanya upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati. Ia meminta kejadian sekolah ambruk di 2022 lalu yang sampai menimbulkan korban jiwa tidak terulang.
Selain terus meminta data terbaru berkaitan dengan kondisi sekolah, Nunuk mengakui rutin keliling lapanan guna memastikan kondisi gedung aman untuk pembelajaran. “Keamanan lingkunga sekolah harus benar-benar terjaga sehingga anak-anak nyaman dalam belajar,” katanya.
Terkait dengan kerusakan di SD Negeri Candi Baru 1 di Kalurahan Jatiayu, Karangmojo, Nunuk mengakui sekolah tersebut tidak masuk rencana perbaikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2023. Meski demikian, ia memastikan proses perbaikan tetap dilaksanakan di tahun ini.
“Sudah kami cek dan akan diperbaiki secepatnya,” katanya.
BACA JUGA: Isu Tanah Ramai di Medsos, Warga Jogja Diminta Tetap Tenang dan Mengutamakan Dialog
Menurut dia, perbaikan akan dimasukan dalam program APBD Perubahan 2023. Adapun pelaksanaannya lewat kebijakan mendahului perubahan dengan ketetapan dari bupati. “Sudah masuk melalui mendahului APBD perubahan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Kecerdasan emosional, kreativitas, dan kepemimpinan diprediksi menjadi keterampilan paling dicari di era AI. Mengapa kemampuan manusia justru semakin berharga.
"Trump Curse" ramai di media sosial usai AS kalah 1-4 dari Belgia di Piala Dunia 2026. Trump disebut bawa sial setelah hubungi FIFA. Ini deretan kekalahan lain
Petani di Bantul mulai beralih menanam kacang tanah dan palawija saat musim kemarau. Tanaman ini dinilai lebih hemat air dan memiliki masa panen yang relatif si
DuckDuckGo luncurkan pemblokir iklan YouTube bawaan gratis. Cukup aktifkan di pengaturan browser, nonton video tanpa iklan tanpa ekstensi. Alternatif YouTube Pr
Prancis vs Maroko: 19 pemain diaspora di skuad Maroko, 6 lahir di Prancis. Sejarah migrasi, identitas, dan sepak bola mewarnai duel perempat final Piala Dunia