Advertisement

Pura-Pura Minta Sumbangan, Maling Satroni Sejumlah Rumah di Bantul

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 08 Maret 2023 - 21:07 WIB
Bhekti Suryani
Pura-Pura Minta Sumbangan, Maling Satroni Sejumlah Rumah di Bantul Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL— Dua orang asal Indramayu, Jawa Barat yang merupakan spesialis pencurian rumah kosong menggunakan modus sumbangan dalam mengelabui korban.

Kapolsek Pajangan, AKP Wiyadi mengatakan bahwa kedua pelaku yang bernama Caripan dan Sukarya selalu menyasar rumah warga yang sebelumnya telah dipastikan kosong. Terangnya, kedua pelaku menyatroni rumah kosong secara acak.

Advertisement

“Jadi pelaku memastikan dulu dengan mengetuk pintu. Apabila tidak ada yang menyahut maka, mereka akan melanjutkan aksinya. Nah, seandainya ketika mengetuk ternyata ada orang keluar, pelaku akan berpura-pura sedang mencari sumbangan untuk Panti Asuhan di Indramayu,” kata Wiyadi dalam Jumpa Pers di Polsek Pajangan pada Rabu (8/3/2023). Dengan modus operandi tersebut, kedua pelaku telah menyasar lebih dari 15 rumah.

Di Bantul, kedua pelaku berhasil membobol rumah milik warga asal Guwosari, Pajangan. Rumah pertama yang mereka satroni milik Adena Triansyah pada Sabtu 4 Maret 2023.

“Kejadian berawal ketika pelapor yaitu Adena dan istrinya Tri Octaviana pulang dari acara kondangan dan mendapati pintu sudah dalam keadaan terbuka. Mengetahui hal tersebut, Adena dan Octa langsung masuk ke rumah,” katanya.

Dari situ korban mendapati bahwa kamar orang tuanya acak-acakan seperti baju yang berserakan di tempat tidur. Mereka lantas mengecek ke sekitar ruangan dan ternyata terdapat beberapa barang yang hilang antara lain satu buah laptop dan charger seharga Rp1,5 juta, hard disk seharga Rp700.000, KTP milik Octa, STNK Honda Beat, ATM BRI milik Octa, dan uang sebesar Rp400.000.

Menurut keterangan polisi, pelaku diperkirakan masuk rumah melalui pintu depan dengan cara membuat kunci duplikat di depan pintu. Hal tersebut menjadi perkiraan, karena ditemukan bekas kikiran kunci.

“Menurut saksi lain bernama Feriyanto, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, karena saat itu ada dua orang yang datang mengendarai sepeda motor matik warna hitam,” ucapnya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Octaviana yang mengatakan bahwa sehari sebelum kejadian, dia melihat orang mengendarai sepeda motor matik di depan rumah, padahal jalan menuju rumah tersebut adalah jalan buntu.

Dua hari setelah pencurian di rumah Adena, terjadi lagi tindak pencurian di Kalurahan Guwosari, tepatnya di rumah Wagirah, Dusun Kedung, RT 01.

Ketika itu, Wagirah melihat dua orang berboncengan dengan mengendarai sepeda motor dan keluar dari halaman rumahnya dengen kecepatan tinggi. Merasa curiga, Wagirah pulang dan mendapati pintu dalam keadaan tertutup, namun tidak terkunci.

“Wagirah lantas masuk dan mendapati kamar anaknya dalam keadaan berantakan seperti baju di lemari sudah berserakan di luar. Setelah korban mengecek, ternyata ponsel anaknya dengan merek OPPO A31 yang berada di atas kasur hilang,” lanjutnya.

Polsek Pajangan mengungkapan bahwa pelaku diperkirakan masuk rumah melalui pintu samping. Dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp2,6 juta.

Setelah mendapat laporan tejadi tindak pencurian, Polsek Pajangan menyisir wilayah sekitar Dusun Kedung dan Kadisono pada Senin 6 Maret 2023. Dalam proses penyisiran, polisi mendapati dua orang berboncengan yang tampak mencurigakan dengan kendaraan Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi E3943PCH.

“Reskrim Polsek Pajangan memberhentikan kedua orang tersebut dan melakukan pengecekan. Polisi mendapati ponsel merek OPPO A31 yang diakui miliknya. Mengetahui itu, polisi meminta orang tersebut membuka sandi pada ponsel, dan dia tidak dapat membukanya,” pungkasnya.

Setelah melihat ponsel tersebut, polisi menyadari ciri fisiknya identik dengan barang bukti yang hilang milik korban Wagirah. Dari hasil interogasi awal tersebut membawa Reskrim Polsek Pajangan ke tempat tinggal pelaku di Glagah, Temon, Kulonprogo.

“Di kontrakan pelaku  di Glagah, kami mendapati satu buah laptop merek ACER E30 beserta chargernya. Selain itu ada juga hardisk satu terabyte merek Toshiba,” jelasnya.

BACA JUGA: Jalur Rawan! Truk Boks Terguling di Cinomati Bantul

Pelaku lantas diminta untuk menunjukkan tempat kejadian perkara (TKP) lain. Hanya saja, pelaku bernama Sukarya melakukan perlawanan terhadap petugas dan berusaha melarikan diri. Polisi lantas mengambil tindakan untuk menembak salah satu kaki Sukarya.

Atas kejadian tersebut, Wiyadi mengimbau agar masyarakat menjaga rumah dan lingkungan untuk menjaga lingkungan sekitar. Apabila ada seseorang yang meminta sumbangan, maka orang tersebut harus meminta izin kepada ketua RT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri Keamanan AS Sebut Terorisme Kembali Muncul dan Jadi Ancaman

News
| Minggu, 19 Mei 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement