Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi jalur mudik./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul akan mendata jalur-jalur mudik yang rusak. Untuk perbaikan, Pemkab Gunungkidul telah mengalokasikan dana swakelola sebesar Rp3 miliar.
Sekretaris DPUPRKP Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, persiapan jalur mudik dipersiapkan mulai dari sekarang. Salah satunya dengan mendata jalur mudik yang mengalami kerusakan.
Rencananya setelah data terkumpul, maka dilakukan penaganan. Meski demikian, perbaikan hanya sebatas pemeliharaan dengan melakukan penambalan di titik-titik rusak. “Tidak semua dikerjakan karena keterbatasan anggaran dan penanganan mengacu pada skala prioritas,” kata Putro kepada Harianjogja.com, Jumat (10/3/2023).
Menurut dia, pendataan masih berlangsung. Akan tetapi saat ini juga sudah mulai ditangani.
BACA JUGA: Ada 6 Jalur Alternatif Mudik di DIY, Seperti Ini Kondisinya
Putro mencontohkan, di jalur Sambirejo-Ngawen tepatnya di depan Pasar Ngawen menjadi salah satu jalur mudik di Gunungkidul. Lantaran lokasinya yang berada di pusat perekonomian, maka upaya perbaikan langsung dilakukan dari sekarang. “Sudah mulai dikerjakan dengan melakukan penambalan,” katanya.
Disinggung mengenai alokasi anggaran pemeliharaan, Putro mengakui memiliki dana swakelola sekitar Rp3 miliar. Hanya saja, langjut dia, pagu ini tidak hanya pemeliharaan jalan, tapi ada juga untuk pembangunan talut dan saluran drainanse. “Tidak hanya untuk jalan saja, tapi ada program lainnya seperti pembuatan talut,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko. Menurut dia, jelang lebaran upaya pemeliharaan terhadap jalan-jalan yang rusak akan digencarkan.
Adapun tujuannya untuk mempermudah akes bagi para pemudik serta mengurangi risiko kecelakaan. Meski demikian, Irawan menegaskan penanganan berdasarkan status jalan. “Ya kami tangani untuk jalan milik kabupaten. Sedangkan untuk yang statusnya milik provinsi atau nasional akan kami laporkan agar dilakukan penanangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.