PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Tradisi Ruwahan yang digelar di Padukuhan Sorowajan, Banguntapan, Banguntapan, Bantul, Minggu (12/3/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, BANTUL — Padukuhan Sorowajan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Bantul menggelar Merti Dusun dan Ruwahan di Balai Padukuhan Sorowajan, Minggu (12/3/2023).
Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa mengklaim bahwa Merti Dusun dan Ruwahan tersebut dapat menjadi rol model bagi padukuhan lain untuk diterapkan karena memuat toleransi dan keberagaman. “Masyarakat dapat melihat ketokohan para tokoh lintas iman yang hadir itu membawa ketenteraman dan keharmonisan dalam kemajemukan. Niatan kita itu sama yaitu membangun persatuan dan kesatuan utamanya warga di Padukuhan Sorowajan,” kata Nyoman ditemui seusai acara.
Nyoman berharap dengan adanya doa lintas agama dalam acara Merti Dusun dan Ruwahan tersebut dapat membawa warga Padukuhan Sorowajan kepada moderasi beragama.
Sementara itu, Lurah Banguntapan, Basirudin menegaskan hal terpenting dari Merti Dusun dan Ruwahan adalah kebersamaan dalam keberagaman. “Keanekaragaman itu indah bagi saya. Monggo, tradisi yang baik terus kita lestarikan. Doa bersama ini menegaskan kesatuan Bangsa Indonesia,” kata Basirudin ditemui selesai acara pada Minggu (12/3/2023).
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul, Slamet Pamuji mengatakan bahwa ruwahan merupakan tradisi yang bernuansa agama. “Kalau bernuansa agama, ya bukan berarti hanya untuk satu agama saja. Karena ini tradisi, maka menjadi budi dan daya manusia dalam rangka mengamalkan ajaran agama. Nah, semua agama itu kan mengajarkan kebaikan,” kata Slamet ditemui selesai acara pada Minggu (12/3/2023).
Salah satu kebaikan yang diajarkan agama, menurut Slamet adalah budaya guyub dan rukun. Dengan melakukan doa lintas agama, acara Merti Dusun dan Ruwahan tersebut menjadi lebih semarak. Selain itu, tradisi merupakan milih semua orang, bukan hanya segelintir orang.
“Poin pentingnya itu semua warga dapat berkumpul menjadi satu dan berdoa bersama. Acara Merti Dusun dan Ruwahan di Padukuhan Sorowajan ini menjadi salah satu contoh bahwa perbedaan tidak mengoyak agama dan ras yang berbeda-beda,” katanya.
BACA JUGA: Ruwahan Bikin Wisata Bantul Ramai di Akhir Pekan
Ketua Acara Merti Dusun dan Ruwahan Padukuhan Sorowajan, Antonius Maryanto mengatakan bahwa doa lintas agama tersebut bukan merupakan hal yang langka atau jauh dari masyarakat. Menurut Maryanto, berkumpulnya berbagai umat beragama memang sudah seharusnya. “Berkumpulnya tiap orang dari berbagai agama itu bukan hal yang langka. Itu memang seharusnya begitu. Dengan begitu bisa menjadi contoh bagi kampung-kampung lain,” kata Maryanto ditemui selesai acara pada Minggu (12/3/2023).
Doa dari agama Hindu dipimpin oleh Wasi Akir Murtihadiwiyono, lalu Katolik dipimpin Prodiakon Petrus Mujiyana, kemudian Kristen dipimpin oleh Pendeta Aditya Chris Nugroho, dan Islam dipimpin oleh Ustad Zuhkri.
Acara Merti Dusun dan Ruwahan tersebut dihadiri oleh sekitar 200 warga dari 20 RT dalam satu Padukuhan Sorowajan. Sebelum doa bersama dilakukan, sebanyak 51 orang yang tergabung dalam pasukan bregodo mengarak gunungan yang berisi sayur dan buah-buahan sejauh 500 meter ke Balai Padukuhan Sorowajan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.