23 Kasus Leptospirosis di Jogja hingga Agustus 2026, Ini Imbauan Dinas Kesehatan
Kasus leptospirosis di Jogja mencapai 23 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes mengingatkan warga waspada menjelang musim hujan.
Abu sisa erupsi Merapi masih memenuhi atap dan halaman gedung SDN 2 Tlogolele, Selo, Boyolali, Senin (13/3/2023)./ Solopos-Ni\'maul Faizah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial DIY menyiapkan logistik kebencanaan pada 22 kampung siaga bencana dengan ratusan personel untuk mengantisipasi erupsi Merapi.
Dinas Sosial (Dinsos) DIY sampaikan ada 22 Kampung Siaga Bencana (KSB) dan 203 personil taruna siaga bencana (tagana) di Sleman yang siap siaga terhadap resiko bencana tersebut.
BACA JUGA : Merapi Bergejolak, Barak Pengungsian Mulai Disiapkan
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih menyampaikan KSB di Kabupaten Sleman telah bersiap menghadapi erupsi Gunung Merapi. “Kita sudah siap siaga, kayak KSB dengan logistiknya,” ucapnya, Senin (13/3/2023).
Dia menyampaikan saat ini telah ada 22 KSB di Kabupaten Sleman yang telah dipersiapkan untuk menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. Melalui KSB tersebut, logistik yang diperlukan telah dipersiapkan. “Ada tenda, pemakanan, dan lain sebagainya. Kita sudah siap,” ucapnya.
Selain itu, dia menyampaikan ada 203 personil tagana yang disiapkan untuk menghadapi erupsi Gunung Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Jogja mencapai 23 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes mengingatkan warga waspada menjelang musim hujan.
DPRD Kulonprogo meminta penyerahan aset gerai KDMP tidak dipaksakan sebelum dokumen, kondisi, nilai, dan mekanisme aset jelas.
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Coffee culture di Indonesia berkembang menjadi gaya hidup. Pelaku bisnis F&B menghadapi tren cepat dan tantangan bahan baku.
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.