Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Sejumlah wilayah di Bantul masih blank spot atau belum ter-cover sinyal komunikasi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyebut lokasi titik blank spot ada di 15 kalurahan
Ke-15 kalurahan tersebut, yakni Kalurahan Dlingo, Jatimulyo, Mangunan, dan Temuwuh (Kapanewon Dlingo); Selopamioro (Imogiri); Triwodadi (Pajangan); Gilangharjo dan Triharjo (Pandak); Srimartani dan Srimulyo (Piyungan); Seloharjo (Pundong); Argosari, Argodadi dan Argorejo (Sedayu); serta Poncosari (Srandakan).
“Tapi itu bukan seluruh desa blank spot tapi blank spot di satu atau beberapa titik di desa,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bantul, Arif Darmawan, Rabu (15/3/2023).
Menurutnya, sejumlah titik di desa-desa tersebut masih blank spot dikarenakan lebih ke faktor alam, kurang tersedianya menara pemancar sinyal telekomunikasi, karena banyak penyedia penyelenggara operator enggan mendirikan menara pada lokasi yang sedikit pengguna.
“Pertimbangan jumlah pelanggan sehingga belum ada perusahaan yang mau mendirikan tower. Jadi secara hitungan bisnis belum masuk,” ucapnya.
BACA JUGA: Asyik...Tiap Pedukuhan di Sleman Kini Dipasang WiFi Gratis
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi, Keamanan Informasi, dan Persandian Diskominfo Bantul, Kawuniningrum menambahkan terkait dengan kondisi blank spot tersebut, pihaknya mengaku sudah berupaya menggandeng penyelenggara operator seluler.
Bahkan melalui Peraturan Daerah No.2/2021, penyelenggara operator juga dipermudah untuk mendirikan menara Base Transceiver Station (BTS) yang disesuaikan dengan zona kawasan.
Dia menjelaskan zona kawasan tersebut dipisahkan menjadi tiga kategori, yakni urban, sub urban, dan rural. Ketiga kategori itu nantinya yang menjadi acuan bagi penyelenggara operator untuk menentukan tipe, jenis, serta ketinggian menara telekomunikasi.
“Dengan adanya Perda itu juga diharapkan membuat pihak penyelenggara operator termotivasi untuk mencari dimana area yang selama ini masih belum ada tiang menara, sehingga bisa didirikan,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola sejumlah objek wsata di Dlingo, Purwo Harsono menyatakan sebagian wilayah di Dlingo-Mangunan memang ada yang masih mengalami lemah sinyal.
Kendala tersebut ditemui pada beberapa destinasi wisata yang terletak di wilayah perbukitan. “Tetapi secara prinsip banyak yang sudah terjangkau sinyal seluler,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Presiden Prabowo menyerahkan simbolis pesawat Rafale, Falcon 8X, dan A400M kepada TNI AU di Halim Perdanakusuma.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.