Bandara Soetta Ditutup, KAI Daop 6 Siapkan KA Tambahan dari Jogja
Bandara Soetta ditutup akibat abu vulkanis. KAI Daop 6 Yogyakarta menambah perjalanan KA menuju Gambir pada 6 September 2026.
Ilustrasi menanam pohon/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyoroti tentang degradasi lingkungan di sektor pariwisata. Pembangunan sektor wisata didorong untuk tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Degradasi lingkungan merupakan penurunan kualitas lingkungan diakibatkan oleh kegiatan pembangunan yang dicirikan oleh tidak berfungsi secara baik fungsi-fungsi komponen lingkungan sebagaimana mestinya.
Kepala PSLH UGM, M. Pramono Hadi mengatakan di masa pandemi Covid-19 banyak yang beraktivitas secara daring. Namun khusus untuk sektor wisata tidak bisa dialihkan ke daring. Menurutnya saat orang merindukan Jogja, maka harus datang ke Jogja, tidak cukup hanya menonton lewat YouTube.
BACA JUGA : Tiga Fokus DIY untuk Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Sehingga harus ada fasilitas dibangun untuk menyambut datangnya wisatawan. Kondisi ini menjadi dilema karena akan berdampak ke degradasi lingkungan.
"Kami bersama teman-teman di bidang lingkungan konsen mengawal. Sehingga pembangunan yang mendukung wisata berkelanjutan tetap bisa dilakukan," paparnya dalam diskusi 'Urun Rembug Manusia dan Lingkungan: Green Investment dalam Pembangunan Wisata Berkelanjutan' melalui YouTube PSLH UGM, Selasa (14/3/2023).
Pemerintah saat ini telah membuka keran investasi lebar-lebar demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dia berharap pemikiran tentang pembangunan berkelanjutan bisa diimplementasikan.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong menyampaikan sektor pariwisata alam menjadi tulang punggung dari ekonomi hijau. Pandemi Covid-19 menurutnya menyadarkan manusia bahwa harus kembali ke alam.
Konsep pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk kepentingan manusia. Baik generasi sekarang dan generasi yang akan datang. "Kita sering lupa bahwa pembangunan juga harus ada aspek-aspek keberlanjutan. Keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan menghadirkan sustainable tourism," ucapnya.
BACA JUGA : Jumlah Wisatawan Berkunjung ke Sleman Melonjak di Awal
Di Indonesia menurutnya kecenderungannya ke pariwisata massal, sehingga kuantitas tinggi tapi nilainya rendah. Contohnya banyak wisata alam dengan tarif masuk yang murah dampaknya ke peningkatan jumlah sampah. Sementara tarif masuk yang murah tidak bisa merampungkan masalah sampah yang ada.
"Kombinasi mass tourism, dengan alternatif ke medium dan premium supaya ada keseimbangannya. Ada sumber daya alam bagus kalau dorong mass tourism maka dampak ke lingkungan besar."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bandara Soetta ditutup akibat abu vulkanis. KAI Daop 6 Yogyakarta menambah perjalanan KA menuju Gambir pada 6 September 2026.
Asap kebakaran Gunung Bromo mulai terbatas dan api terkendali. Petugas gabungan tetap siaga karena masih ditemukan sisa bara.
Nglanggeran didorong menjadi model desa wisata nasional setelah meraih Best Tourism Village Award 2021 dari UN Tourism.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang dievakuasi, enam meninggal dan 140 masih dicari.
Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwoharjo mulai menyentuh Ring Road Utara. Separator 1,5 km dibongkar untuk struktur tol elevated.
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.