Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono menerangakan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG STAMET YIA mengidentifikasi mulai bertambahnya potensi curah hujan dalam periode tiga hari ke depan di wilayah DIY. Kondisi tersebut dipicu oleh adanya pertemuan angin atau (konvergensi) dan belokan angin (shearline) di sebelah barat pulau Jawa. Kondisi ini memicu aktivitas konvektif di wilayah DIY.
"Selain itu, pola angin di wilayah DIY umumnya berhembus dari arah timur. Dari pantauan profil vertikal kelembapan udara yang cukup tinggi, sekitar 70 - 90 persen serta labilitas lokal pada siang hari yang cukup kuat, turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah DIY," terangnya pada Sabtu (18/3/2023).
Beragam kondisi tadi mampu meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam periode satu hingga tiga hari kedepan. Diterangkan Warjono, BMKG STAMET YIA memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat bahkan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pasa 18 Maret - 20 Maret 2023 di sejumlah wilayah DIY.
Rinciannya, pada 18 Maret 2023, curah hujan intensitas sedang-lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo bagian utara dan Gunungkidul bagian Timur. Sementara pada Tanggal 19 Maret 2023, wilayah yang berpotensi terkena kondisi tersebut meliputi Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Timur. Selanjutnya pada 20 Maret 2023, kondisi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kota Jogjakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo bagian ytara, dan Gunungkidul bagian timur.
BACA JUGA: Persiapan Ramadan, Ini Resep Kolak Sederhana
"Untuk itu, BMKG STAMET YIA mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung," katanya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat yang membutuhkan informasi terkini dan terperinci, dijelaskan Warjono dapat mengakses situs resmi BMKG maupun BMKG STAMET YIA serta akun media sosial BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.