BRIN Gandeng UGM dan UPN Dalami Penyebab Kemunculan Api di Seyegan
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Suasana peluncuran program Mas Kliwon di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center pada Senin (20/3/2023)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman resmi meluncurkan program Melayani OSS Keliling Kapanewon (Mas Kliwon). Melalui program ini, warga bisa mengurus berbagai persoalan perizinan di Kapanewon.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menerangkan Mas Kliwon menjadi program DPMPTSP Sleman yang tujuan utamanya untuk memudahkan dan mepercepat proses perizinan.
Melalui program ini, kata dia, DPMPTSP akan berkeliling ke 17 kapanewon se-Sleman untuk melayani beragam pengurusan perizinan di Sleman.
"Terutama yang terkait dengan OSS. Karena sampai saat ini mungkin masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan belum bisa menjalankan aplikasi OSS ini," kata dia di Amartapura Hall, Senin (20/3/2023).
Masih adanya masyarakat yang belum mahir menguasi teknologi informasi, termasuk penggunaan aplikasi OSS diharapkan dapat terbantu dengan layanan pengurusan izin jemput bola ini.
"Kami akan jemput bola, nanti akan dijadwalkan di setiap kapanewon harinya apa agar bisa masyarakat menggunakan fasilitas ini untuk bisa berkonsultasi dan bisa kita bantu untuk mengurus perizinan," ucap dia.
BACA JUGA: Puluhan UMKM Pangan di Bantul Kini Punya Izin RBA
Danang menyebut dalam kurun 1-2 hari perizinan sudah rampung diproses. Asalkan persyaratan pengurusan perizinan yang dibawa warga lengkap sehingga bisa cepat diproses.
"Kalau semua persyaratan sudah komplet dan di perizinan sudah bisa menerima semuanya, baik itu lewat aplikasi dan sebagainya, 1-2 hari perizinan ini akan kita keluarkan," ujarnya.
Menurut Danang saat ini masih banyak pengusaha yang belum mengurus izin. Oleh karenanya dengan pengurusan izin ng makin mudah, Danang berharap masyarakat jadi punya niat untuk mengurus izin bagi mereka yang belum punya, terutama para pelaku UMKM.
Kepala DPMPTSP Sleman, Retno Susiati menjelaskan dengan layanan pengurusan izin yang makin dekat ke tingkat Kapanewon, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengurus izin hingga ke kantor dinas. Kendati OSS bisa diakses masyarakat sendiri, tetapi karena aplikasi baru, masih terdapat masyarakat yang belum paham betul tentang aplikasi ini.
Layanan Mas Kliwon ini akan mulai bergerak pekan ini. Pelayanannya akan dilakukan hingga akhir tahun, DPMPTSP Sleman akan keliling ke seluruh Kapanewon secara terjadwal. "Kami sudah menyusun jadwal," ujar dia.
Ditargetkan per Kapanewon ada 100 orang yang mengurus proses perizinan. "Kalau persyaratannya sudah lengkap ini pasti akan bisa segera selesai pada saat itu juga, OSS itu," ujarnya.
Hingga saat ini, disebutkan Retno ada 15.000 - 17.000 UMK yang telah memiliki NIB. Menurut Retno masih cukup banyak yang belum memiliki NIB.
"Kendalanya itu petama mereka juga belum paham betul tentang aplikasi OSS yang kedua juga dalam hal pemenuhan persyaratan mereka juga terkendala. Yang ketiga tentunya karena aplikasi itu terikat tergantung pada jaringan, kadang-kadang ada lokasi lokasi tentu jaringan itu sulit untuk bisa memudahkan mereka mengakses," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
KAI Daop 6 Jogja tambah 3 kereta api untuk libur 1 Muharam 2026. Cek rute, jadwal, dan tips pesan tiket agar tidak kehabisan.
Sebanyak 128 siswa SD Pangudi Luhur Jogja lulus 100%. Mereka dibekali nilai growing, glowing, dan going untuk jenjang SMP.
Stok beras nasional tembus 5,3 juta ton. Pemerintah siap tindak tegas pedagang nakal yang memainkan harga dan distribusi.
Pemkot Magelang luncurkan KEMURA, portal digital yang memudahkan akses 43 layanan kesehatan hanya lewat ponsel.
Kebakaran gudang PVC di Pluit, Jakarta Utara, Sabtu siang berhasil dilokalisir. Sebanyak 14 unit damkar dikerahkan, tanpa korban jiwa.