Bulog DIY Optimistis Serapan Beras 100 Persen Sebelum Pertengahan Juni
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Konferensi pers BMKG DIY secara daring, Jumat (31/3/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mewanti-wanti masyarakat agar waspada potensi kekeringan pada musim kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG DIY, Reni Kraningtyas menyampaikan berdasarkan rilis terbaru, awal musim kemarau diperkirakan dasarian II dan III/April 2023.
Pada dasarian II/April 2023 beberapa wilayah yang sudah memasuki awal musim kemarau di antaranya Kabupaten Kulonprogo di Kapanewon Nanggulan dan Sentolo. Kabupaten Sleman di Kapanewon Minggir dan Moyudan, serta Bantul di Kapanewon Sedayu dan Pajangan.
Sementara untuk dasarian 3/April 2023 beberapa wilayah yang memasuki musim kemarau di antaranya Kabupaten Kulonprogo di Kapanewon Girimulyo, Kokap, Pengasih, Temon, Wates, Panjatan, dan Galur.
BACA JUGA: Kemarau di Jogja Diprediksi Awal Mei, BMKG: Lebih Kering dan Panas, Waspada Krisis Air
Kemudian pada dasarian I/Mei 2023 hampir semua wilayah di DIY memasuki musim kemarau. Di Kabupaten Kulonprogo meliputi Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, Lendah, dan seluruh Kabupaten Sleman kecuali Kapanewon Minggir dan Moyudan.
"Potensi kekeringan pada musim kemarau karena akan terjadi fenomena El-Nino, ini berdampak pada pengurangan intensitas curah hujan sehingga kemarau lebih kering," ucapnya dalam konferensi pers secara daring, Jumat (31/3/2023).
Sementara puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Juli dan Agustus 2023, tetapi lebih dominan Agustus 2023. Pada Juli 2023 hanya sebagian kecil di Kabupaten Kulonprogo, Kapanewon Nanggulan dan Sentolo. Kabupaten Sleman meliputi Kapanewon Minggir dan Moyudan. Kabupaten Bantul meliputi Kapanewon Sedayu dan Pajangan.
"Perlu waspada dan antisipasi kekeringan pada puncak musim kemarau. Kami harap informasi ini disebarkan agar masyarakat umum dan petani bisa tahu kapan akan kemarau dan puncak kemarau, sehingga bisa menyesuaikan musim tanam," jelasnya.
Atas potensi kekeringan ini, BMKG meminta kepada Dinas PU dan BPBD sudah bersiap. Menjaga debit air tetap mengaliri kawasan pertanian. Sementara BPBD, kata Reni, biasanya melakukan dropping air bersih. Kesiapan khususnya di wilayah yang kerap kering seperti Gunungkidul dan lainnya. "Kami berharap pemangku kepentingan mengantisipasi sedini mungkin. Masyarakat umum terus melakukan update informasi cuaca dan iklim dari BMKG DIY. Sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)