Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Ilustrasi kebutuhan pokok/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul optimistis tak ada gejolak harga kebutuhan pokok saat perayaan Idulfitri nanti.
Optimisme ini disampaikan Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, pada saat melakukan pemantauan bahan pokok di pasaran bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.
“Memang ada potensi kenaikan, tetapi tidak signifikan sehingga gejolak harga di pasaran tidak terjadi karena masih terkendali,” kata Heri kepada wartawan, Rabu (5/4/2023) siang.
Menurut dia, keyakinan ini tak lepas dari stok dan ketersediaan bahan pokok di pasaran Gunungkidul. Sebab, distirbusi berjalan dengan lancar dan stoknya sangat mencukupi kebutuhan di masyarakat.
“Tidak ada masalah dengan stok karena masih sangat aman mulai dari beras, minyak, gula dan tepung melimpah di pasaran,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui upaya antisipasi harus tetap dilakukan. Salah satunya dengan pelaksanaan operasi pasar di masyarakat agar kebutuhan di masyarakat tetap terjaga.
“Pelaksanaannya tidak sendiri karena juga menggandeng pihak lain. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar hingga perayaan berakhir,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Harian Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah DIY, Yuna Pancawati. Menurut dia, hasil pemantauan di beberapa daerah mulai dari Gunungkidul, Sleman dan lainnya menunjukan ketersediaan bapok terbilang aman.
Ia mengakui pada saat jelang Lebaran ada kenaikan harga di komoditas tertentu, tapi secara keseluruhan tidak berpengaruh terhadap masyarakat. hal ini dikarenakan kenaikan masih dalam batas kewajaran.
“TPID terus berkeliling untuk pemantauan. Kemarin di Kabupaten Sleman dan sekarang kunjungan di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro menambahkan upaya pemantauan harga-harga di pasaran dilakukan rutin setiap harinya. Pelaksanaan juga sebagai upaya memastikan distirbusi barang berjalan dengan lancar.
Menurut dia, sudah menyiapkan beberapa langkah untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok di masyarakat agar tetap aman. Selain berencana menggelar operasi pasar, juga akan meminta tambahan pasokan gas elpiji kemasan tiga kilogram ke Pertamina.
“Gas ini penting sehingga untuk antisipasi melonjakan permintaan, maka kami ajukan penambahan sebanyak 5% dari kuota normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.